Rantau

“Lo suka merhatiin rambut bokap lo gak? Gw suka nih, akhir-akhir ini, entah kenapa gw jadi sering melankolis. Gw baru nyadar uban bokap gw tiap gw pulang tambah banyak. Gak enaknya merantau tuh gini sih, dalam beberapa hal lo pasti akan kehilangan momen-momen itu, terutama yang berhubungan dengan keluarga. Tiba-tiba bokap nyokap lo udah tua, tiba-tiba adek lo nikah, dan banyak tiba-tiba yang lain walaupun gak tiba-tiba juga kan ya, pasti ada prosesnya. Tapi gw kehilangan sebagian besar proses itu. Dan gw sedih, sedih banget…”

Saya tipe orang yang seringnya percaya bahwa apapun yang saya alami, pertemuan dengan siapapun itu, obrolan tentang apapun itu, gak ada yang serta merta. Tuhan punya segala cara untuk membuat makhlukNya bersyukur, dan ini adalah salah satu caraNya terhadap saya, untuk bersyukur. Penggalan kalimat-kalimat di atas adalah ucapan dari salah satu teman baik saya yang mungkin setengah dari hidupnya dihabiskan menjadi anak rantau. Dia yang asli Palembang, kuliah di Bandung, dan sekarang bekerja di Jakarta. Uniknya dari percakapan ini adalah, percakapan ini terjadi di saat saya merindukan masa-masa ngekos dan jauh dari keluarga, dimana saya seakan bebas melakukan segala kegiatan yang saya suka tanpa harus peduli pulang jam berapa, ditungguin apa nggak, dll-nya. Karena jujur, walaupun sudah umur segini, yang namanya pulang telat tetap saja menjadi masalah tersendiri karena selalu ada orang tua yang nungguin bahkan ngebukain pintu pagar (walaupun saya bawa kuncinya juga). Continue reading

Best Partner, an Article by Glennon Doyle Melton

Our best partner is the one who will most lovingly and supportively witness our journey—and the one whose journey we find most worthy of witnessing. And that, in the end, is the beginning of a truly beautiful relationship. – Glennon Doyle Melton

This next article wrote by Glennon Doyle Melton which was published in the familycircle.com, titled Disney Princesses and the Meaning of True Love. I think this is a great article and worth to save for my further reading :) Enjoy.. Continue reading

Algorithm, Variable, and YOU

Just read a quote that was posted by my used to be ‘kakak kosan’ in her facebook account. The time is so right, I even think as if she was speaking to me, face to face… Thank you, kak! Thank God!

Work with what you have. Little progress is still progress. Excuses only lead to dead ends. Procrastination is a disease, an addiction. The only treatment is to fight it and actually get shit done. Empty hopes are just an illusion. The world is constrained by time. Every second passes is permanent, there is no turning back and your time to play is vey limited. Life is like a source code and the universe is a function with God’s algorithm and your actions as the parameters. You are a variable and everyone else is a series of constant variables.they are pre-defined in another class and you can’t change them. But you can choose them to manipulate the function’s output. You never know how the algorithm works, but you get to define yourself and assign whatever properties and values you want. You are the master of your own universe. Anyways… Pfsh.. Practice what you preach.

Practice what you preach, ok kak noted :)
Thank you, once again, for this ‘slap’.

~p.r.p.l.p.h.r.z

Dengan Hati

…..

“…Kadang apa yang kita gak lihat itu terlihat oleh mereka ketika proses perkenalan dimulai. Dan mereka, karena sudah kenal dengan sifat kita, tahu kalau tak bisa dilanjutkan agar tak sakit kemudian. Aku bersyukur, aku jadi lebih kenal diriku lebih dalam lagi setelahnya.”

“Wah, iya, aku baru sadar juga, mereka jadi mata ke 3 ya, untuk menilai ‘kelayakan’, , , nice :)”

“Aku percaya apa yang dilihat oleh mereka tak pernah salah. Kadang ketika hati sudah condong ke satu hal, semua terlihat baik. Tapi bukankah yang baik sekarang belum tentu baik selamanya? Mereka berbeda, mereka melihat dengan hati.”

“Ah iya, hati kecilnya jalan besar kita ya. Sampaikan salam untuk mereka dariku ya :)”

“Aku pun. Titip salam untuk mereka kepunyaanmu ya. Aku menyukai mereka. Aku suka baca kata-kata mereka dari tulisanmu.”

“Terima kasih. Salam dari mereka untukmu. Aku suka cerita mengenai dirimu, jadi mereka pun tahu mengenaimu :)”

“:)”

~p.r.p.l.p.h.r.z

Di Atas Kepala

DAAI TV adalah salah satu channel TV yang mungkin kalah populer dibandingkan channel-channel TV swasta lainnya. Tapi saya sangat menikmati menonton channel ini terutama di bagian dramanya. Awal mula perkenalan saya dengan channel ini adalah karena ini satu-satunya channel berbahasa mandarin di TV (dan kadang ada subtitle hanzi-nya) sehingga memudahkan saya belajar mendengar dan memahami artinya walaupun mandarin yang digunakan adalah mandarin Taiwan yang luar biasa cepat dan luar binasa sulitnya.

Drama di channel TV ini berbeda dengan drama-drama pada serial TV lainnya, sebut saja K-drama dan J-drama. Drama disini tidak ditekankan pada kisah percintaannya melainkan pada pesan-pesan hidup dan ajarannya. Misal, ada cerita tentang percintaan suami istri, tapi yang ditekankan disini adalah bukan bagaimana si laki-laki mengungkapkan cinta dengan berbagai macam cara (yang kadang gak masuk akal, membuat delusional, dan cenderung berlebihan seperti di drama korea) tapi bagaimana cara si laki-laki menghormati si perempuan dan sebaliknya, perempuan menghargai laki-lakinya serta tanggung jawab dan hak masing-masing terhadap pasangannya. Lebih ada ‘isinya’ menurut saya.

Selalu ada quote yang bisa diingat dari setiap drama-drama ini. Dan quote untuk malam ini adalah:

“Di atas setiap kepala, ada langit yang harus ditopangnya”.

Mau gak mau, suka gak suka, setiap manusia mempunyai porsi masalahnya sendiri-sendiri yang hanya dan harus ia sendiri yang menyelesaikannya. Itu benar. Yang dapat dilakukan oleh yang lain hanya membantu, tapi yang menopangnya adalah yang mempunyai masalah. Bisa jadi kita memberikan nasihat yang mungkin dapat menyelesaikan masalahnya sebanyak mungkin kepada seseorang, tapi kalau ia tidak mendengar dan melakukannya ya sama aja bohong. Percuma.

Penyelesaian masalah, hanyalah tugas dan kewajiban si mpunya masalah. Apapun dan siapapun itu.

Sekian untuk malam ini. Selamat tidur! :)

~p.r.p.l.p.h.r.z