This Blog is Moved to..

Dearest friends and families,

I am moving this blog to my personal website:

Link — http://amyhadiastuti.com/

Hence, this blog will not be updated anymore.

Please come visit my new blog. I’ll share more about my motherhood & parenting journey, personal thoughts, reviews, inspirations, etc.

Thank you for all your kind words in this blog.

Until we meet again, then. See you!!

Xoxo

-Amy

Dream and Rise, Super High!

20160923_144948-01

Setiap saya melihat gedung-gedung tinggi, yang terbayang adalah proses dan kerja keras banyak pihak. Saya belajar banyak dari profesi saya sebagai seorang Electrical Engineer untuk high-rise building di Indonesia dan sekarang merambah ke proyek-proyek mancanegara. Bahwa tahap tersulit bukanlah mendesain/perencanaan, melainkan komunikasi, manajemen, dan tentunya proses konstruksi untuk menghasilkan apa yang telah kita desain menjadi kenyataan. Dalam mendesain seakan mudah, tapi ketika direalisasikan terasa sulit sekali. Akan ada masalah yang muncul. Continue reading

Rantau

“Lo suka merhatiin rambut bokap lo gak? Gw suka nih, akhir-akhir ini, entah kenapa gw jadi sering melankolis. Gw baru nyadar uban bokap gw tiap gw pulang tambah banyak. Gak enaknya merantau tuh gini sih, dalam beberapa hal lo pasti akan kehilangan momen-momen itu, terutama yang berhubungan dengan keluarga. Tiba-tiba bokap nyokap lo udah tua, tiba-tiba adek lo nikah, dan banyak tiba-tiba yang lain walaupun gak tiba-tiba juga kan ya, pasti ada prosesnya. Tapi gw kehilangan sebagian besar proses itu. Dan gw sedih, sedih banget…”

Saya tipe orang yang seringnya percaya bahwa apapun yang saya alami, pertemuan dengan siapapun itu, obrolan tentang apapun itu, gak ada yang serta merta. Tuhan punya segala cara untuk membuat makhlukNya bersyukur, dan ini adalah salah satu caraNya terhadap saya, untuk bersyukur. Penggalan kalimat-kalimat di atas adalah ucapan dari salah satu teman baik saya yang mungkin setengah dari hidupnya dihabiskan menjadi anak rantau. Dia yang asli Palembang, kuliah di Bandung, dan sekarang bekerja di Jakarta. Uniknya dari percakapan ini adalah, percakapan ini terjadi di saat saya merindukan masa-masa ngekos dan jauh dari keluarga, dimana saya seakan bebas melakukan segala kegiatan yang saya suka tanpa harus peduli pulang jam berapa, ditungguin apa nggak, dll-nya. Karena jujur, walaupun sudah umur segini, yang namanya pulang telat tetap saja menjadi masalah tersendiri karena selalu ada orang tua yang nungguin bahkan ngebukain pintu pagar (walaupun saya bawa kuncinya juga). Continue reading