Baby Blues, is it real?

20170621_085023

Hi guys!

Tadinya mau sharing tentang proses kelahirannya si #DearArsyanendra, tapi baca grup Whatsapp-nya ibuk-ibuk ada yang ngepost tentang Baby Blues. Jadi kayaknya mau sharing sedikit tentang Baby Blues dan Post Partum Depression aja dulu, sharing tentang proses kelahirannya ditunggu setelah postingan ini yaa..

Jadi awalnya ada seorang ibu minta saran bagaimana mengatasi Baby Blues-nya karena sampai bayinya usia 10 bulan dia masih ketakutan setiap bayinya nangis. Bukan karena ketakutan tidak bisa menghentikan tangisan bayinya, tapi ketakutan kalau bayinya akan “diambil” orang lain kalau dia menangis. Jadi yang dia lakukan setiap kali bayinya menangis adalah : Mengunci Pintu. Setakut itu. Ini didukung oleh setiap kali bayinya menangis, sang Eyang selalu ambil paksa bayinya, beliau gendong dan nyuruh ibunya jauh-jauh.

Continue reading

1st Year, Passed

22

Hari ini, tepat 1 tahun dari kami berdua mengikat janji sehidup semati. Saling menemani dalam suka maupun duka, saling memberi semangat, dan bersama-sama bekerja keras untuk menjadikan keluarga kecil kami keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rohmah. Yang selalu bahagia, selalu merasa cukup dan dicukupkan, selalu penuh rasa syukur.

Sudah 1 tahun. Continue reading

Belajar Untuk (Tidak) Egois

RaditAmy

Apa yang berbeda dari kehidupan sebelum dan setelah menikah?

Hmm, kalau kalian tanya pendapat saya, jawaban saya pasti kata ini : “Banyak”. Banyak yang berbeda. Banyak yang berubah. Terutama kalau kamu tipe pasangan yang setelah menikah memutuskan untuk keluar dari rumah orang tua, keluar dari zona nyaman kamu dan memutuskan untuk living your own life with your beloved spouse. Kalau masih tinggal serumah dengan orang tua sih mungkin gak terlalu berasa yaa.. Continue reading