Hi, How Are You?

how-are-you

Pic courtesy to google

Setelah saya masuk ke lingkungan pekerjaan konsultan yang mayoritas kliennya adalah warga negara selain Indonesia dan setiap harinya pasti ada skype call dengan klien-klien tersebut, baik itu dari internal maupun eksternal perusahaan, pertanyaan “Hi, how are you” ini pasti ditanyakan sebagai pembuka percakapan. Continue reading

Advertisements

Dream and Rise, Super High!

20160923_144948-01

Setiap saya melihat gedung-gedung tinggi, yang terbayang adalah proses dan kerja keras banyak pihak. Saya belajar banyak dari profesi saya sebagai seorang Electrical Engineer untuk high-rise building di Indonesia dan sekarang merambah ke proyek-proyek mancanegara. Bahwa tahap tersulit bukanlah mendesain/perencanaan, melainkan komunikasi, manajemen, dan tentunya proses konstruksi untuk menghasilkan apa yang telah kita desain menjadi kenyataan. Dalam mendesain seakan mudah, tapi ketika direalisasikan terasa sulit sekali. Akan ada masalah yang muncul. Continue reading

Life As A Consultant

“God hears your pray even if it’s unspoken”, that term is definitely true. My friend once asked me what I want to become when I graduate. All of my friends already knew who they want to work with. Me? Not even close. At that time, I didn’t know where I want to work or who I want to work with. My answer was ‘I want to be a consultant and a lecturer, and as a consultant I want to have my own company and maybe become an entrepreneur someday. I don’t have to wear formal clothes all the time and I can adjust my work time whenever I need my free time’. Sounds too ideal, right? Who doesn’t want to have a work-life like that? Continue reading

Hari ibu.

Bandung, 22 Desember 2011.

22 Desember 2011 mungkin hari yang biasa saja untuk sebagian orang. Hari yang awalnya biasa juga buat saya. Diawali telpon ke ibu saya di waktu pagi untuk mengucapkan selamat hari ibu dilanjutkan dengan nelpon adik laki-laki saya untuk mengucapkan selamat ulang tahun. Teriring berbagai macam doa untuk kedua orang yang saya sayangi tersebut dan janji yang terucap bahwa saya akan pulang ke rumah pada hari jumatnya setelah urusan puskesmas ini selesai. Tentunya sekalian minta doa juga supaya acara puskesmas hari ini lancar dan selesai semua urusannya supaya gak harus berlama-lama di bandung dan secepatnya liburan. *big grin*

Sesampainya siang itu saya di Puskesmas, seperti biasa penuh dengan kesederhanaan dan gelak tawa para petugas-petugasnya. Selesai menjelaskan berbagai macam hal, memperkenalkan suatu sistem homecare berupa SMS Manager sampai detail kemudian kami pamit pulang. Tidak ada kendala yang signifikan pada pertemuan kali ini. Petugas puskesmas yang mayoritas perempuan ini pun mencoba sistem yang telah kami kembangkan dengan mengirimkan SMS kepada petugas-petugasnya bertuliskan:

“Selamat hari ibu untuk ibu terbaik di Indonesia” dari PKM Ibrahim Ajie.

Pesan singkat dan super sederhana. Tapi tidak bagi mereka yang dikhususkan menerimanya. Seperti saya yang menerima ucapan seperti di bawah ini dari ibu-ibu di puskesmas…

“terima kasih banyak untuk temen2 dari ITB yang sudah mau repot-repot main kesini. Masih peduli sama yang masih disini. Kami juga mau minta maaf, kalo mungkin bercandaan kami ada yang kelewatan dan gak enak di hati. Dimaklumi aja yah, kalo gak sambil becanda susah masuknya itu ilmunya. Hahahaahaa.

Di hari ibu ini, kami juga mau mengucapkan selamat hari ibu untuk calon ibu. Untuk satu-satunya perempuan yang ikut ngurusin ini. Semoga bisa jadi ibu yang baik buat anak-anaknya kelak dan bisa ngejadiin anaknya berguna bagi bangsa, negara, dan agama yah. Jangan bosen-bosen main kesini yaa :)”

Dan taukah kalian teman-teman? Efeknya sungguh luar biasa dahsyat. Entah sayanyakah yang berlebihan tapi seperti ada rasa hangat ke hati. Mungkin ini juga yang dirasa oleh seorang ibu ya, ketika seorang anak mengucapkan kalimat-kalimat sederhana yang saking sederhananya kita cenderung menyepelekan. Kalimat sederhana seperti ucapan “selamat hari ibu”.

Karena menjadi seorang ibu yang mampu mendidik khalifah adalah pencapaian yang amat luar biasa bagi seorang perempuan.

Dan saya mengamini ucapan ibu-ibu di puskesmas itu. Amin.

~p.r.p.l.p.h.r.z

5 years career plan..

Again from my assignment. Ha ha.

Here it is, still from the March 2010 edition of IEEE Engineering of Medicine and Biology Magazine.

=======================================================

Graeme Edwards once said, “it’s not the plan that is important, it’s the planning.”, after finishing up a degree, you are no longer in the sweet spot where you knew what you are going to do for the next two or four years but rather find yourself having to face the real world and make decisions about your future.

For most of you still in training, a good strategy to start thinking about your future is to draft out a short-term, five year career plan, which you can revisit on a timely basis, readjust your goals, and identify the tools and decisions you need to make to achieve those goals; you identify and analyze, strategize accordingly, then you revisit, reevaluate, and adjust.

First you need to identify what you want to achieve, evaluate yourself and your career now, and reflect upon what you have done so far toward achieving your goals and second, you need to develop a strategy that will help you obtain what you aim for, eventually breaking down what lies ahead into several milestones.

There are a few key facts that need to be considered when drafting out your plan, for example, you need to assess where you are in your career at present and reflect upon your passions and priorities to help you identify your goals five years from now.You will need to provide your prospective employer with several references from past supervisors, team leaders, or colleagues; so you should have a good idea who you can rely on for a good reference.

Before you start your five-year plan draft, make sure you include the date, so when you reflect back on this document, it will act as a reminder of where you were when you first started and what was important for you at that time.

Keep in mind that it is important to include tangible goals that are achievable in the available time; otherwise, you would not be ables to accomplish your short-term goals, which will lead to disappointment and then panic.

Do not forget to maintain a good relationship with your previous colleagues; it is always good to keep in touch with your team members because you never know how they can help you!

However, do not be too quick to adjust the timeline and keep pushing your deadlines by another couple of months; rather, try to figure out whether the initial plan was too stringent or perhaps toomany things came up at the same time delaying your plans.

In addition to achieving your goals, try to maximize your collateral accomplishments that will contribute to you becoming a more well-rounded and effective candidate or asset for a particular career goal because every new opportunity you encounter will open up your eyes to bigger and greater ones, however, you need a starting point, and the first five years will define the next few down the road.

======================================================

~p.r.p.l.p.h.r.z