Monolog #1

Pikiran kembali berkelana
Mempertanyakan arti semua pertanda
Akankah karena kurangnya doa
Atau karena belum maksimalnya usaha
Atau mungkin karena bukan itu yang terbaik untuk kita?

Pilihan terpampang di depan mata
Mungkinkah hati jadi lebih terbuka
Dalam melihat semua sisi dunia

Orang bijak suatu hari berkata
Semakin tinggi posisi kita
Semakin luas melihat kita
Iya, itu seharusnya

“Yang takut ketinggian dilarang mendaki”
Kataku, harus mendaki!
Agar tahu potensi diri
Sejauh dan setinggi apa kendali

Mungkin puncak hanyalah tujuan
Ketika sampai pun akan ada pertanyaan
Akankah berdiam sampai matahari terbenam
Ataukah kembali karena hidup harus dilanjutkan

Tapi yang namanya pendaki tidak boleh takut jatuh
Seperti pengelana yang tidak boleh takut tersesat

Jakarta, 14 Februari 2014
00:30 WIB

~p.r.p.l.ph.r.z

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s