Penumpang Pemilih (Tribute to: Angkot Day)

Angkot Day yang lalu di Bandung nampaknya memberikan animo yang memuaskan bagi para penggunanya. Gak ada lagi angkot ngetem yang super lama, supir angkot tersenyum ramah gak jutek lagi, gak maki-maki lagi, gak seenaknya lagi. Sebagai penumpang setia angkot Bandung, senang sekali baca berita-beritanya. Semoga ini gak hanya sehari ya, dan gak cuma trayek Kalapa-Dago saja tapi untuk keseluruhan trayek angkot warna-warni khas Bandung :”)

Saya sendiri sebagai seorang penumpang angkot Bandung mungkin masuk ke dalam kategori penumpang pemilih. Ini kebiasaan sedari dulu, pemilih. Saya banyak gak maunya dan banyak gak sreg-nya. Mungkin ini produk dari didikan orangtua juga yang kalau dulu saya mau naik taksi harus taksi A gak boleh yang lain dengan segala ceritanya (tapi metromini boleh, heheh). Lalu jika saya bepergian sebisa mungkin si B teman saya ikut karena orang tua saya sudah percaya dan dekat dengan keluarga besarnya, dan lain sebagainya. Yah, hal-hal simpel jaman dulu ternyata membentuk karakter sebegininya saya. Gak bisa menyalahkan juga, karena orangtua kan selalu berdoa untuk keselamatan anak-anaknya. Salah satu faktor untuk mencapai itu adalah meminimalisasikan faktor bahaya. Gak ada yang salah.

Kembali ke pembicaraan mengenai angkot ini. Saya yang pemilih terhadap angkot ini gak mau naik kalau kotornya maksimal, atau penuh sampai desak-desakan, atau ada yang ngerokok di dalem, atau yang ngetemnya lamaaa banget, atau yang ngebut kayak dikejar setan, atau yang lampunya remang-remang kalau malem, dan masih banyak atau-atau yang lain. Tapi ujung-ujungnya toh saya tetap naik angkot juga dengan segala konsekuensinya. Sabar sih kuncinya. Pasti ada yang lewat dan sesuai hati. Kecuali kalau sudah mepet banget waktunya, apa boleh buat panggil abang tukang ojek ;)

Naik angkot aja kok pilih-pilih?

Buat saya, kenyamanan, keamanan, dan keselamatan adalah penting saat naik angkutan umum. Ketika saya tidak diburu waktu, angkot tetap pilihan utama. Mau yang kenyamanan ekstra dengan waktu yang lebih cepat sedikit dari angkot, ada taksi, tapi mahaaaalllll. Mau yang super cepat tapi tidak nyaman, ada ojek, mahal juga. Nah kalau uang lagi dibutuhkan di pos yang lain dan waktu yang saya punya tidak mendesak, angkot pilihan terbaik.

Itu dari sisi saya, si penumpang yang pemilih. Bagaimana dari sisi pak supir menghadapi penumpang tipe penumpang pemilih ini?

Saya pernah mengunjungi Manado dan takjub dengan angkot-angkot ‘gaul’nya. Saya bilang angkot gaul karena emang beneran gaul. Mobil angkot full modifikasi sampai ke lampu di bawah mobilnya. Persis seperti mobil modif profesional. Sound system pun di modif. Suaranya mantap jepajepajep-nya dan lagu-lagu dimasukkan dari USB atau CD. Gaul sungguh. Tapi angkot-angkot ini baru beroperasi sekitar jam 4 sore sampai dini hari. Segmen pasarnya khusus anak remaja-dewasa yang hip (katanya).

Menurut pak supir, kalau angkot mereka gak dimodif, mereka gak akan bisa dapat penumpang karena gak ada yang mau naik mobilnya. Meka rela berlomba-lomba menghias dan memodif mobilnya karena pasar remaja di Manado ini kalau mereka puas terhadap angkotnya, maka ‘tip’nya juga besar. Mereka akan memberikan dengan senang hati. Bahkan katanya lagi, kalau misalnya dari kejauhan musik yang terdengar tidak sesuai dengan selera mereka atau musiknya musik-musik ‘jadul’, mereka tidak akan naik. Yang sudah naik pun akan pindah. Itulah kenapa supir angkot di Manado gaul-gaul. Seriusan loh, saya yang anak Jakarta-Bandung aja kalah. Belum lagi lampu-lampu di dalam mobilnya yang seperti diskotik berjalan. Gak kuat.

Memang gak semua orang naik angkot seperti ini. Ada angkot yang gak dimodif dan jalannya juga pelan tidak seperti angkot gaul yang kerjanya nyalip dan mainan klakson. Angkot tipe ini beroperasi pagi hari. Target penumpangnya adalah ibu-ibu, bapak-bapak, kakek-nenek yang baru habis belanja di pasar, dll. Yang nyupir pun bapak-bapak. Beda segmen, beda perlakuan kalau di Manado. Saya sih gak sampai sebegitu milihnya, hehe. Masih normal lah ini kira-kira :p

Akhir cerita, semoga Angkot Day ini tetap ada! Atau minimal diadakan lagi deh. Belum pernah ngerasain, hiks. Pengen banget nyobain :)

Selamat malam!
Salam angkot rider! :)

~p.r.p.l.p.h.r.z

Advertisements

2 thoughts on “Penumpang Pemilih (Tribute to: Angkot Day)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s