Grateful Box

Semoga tetep pinter bersyukur ya my. Jgn take it for granted semua yg lo punya skrg ;)

Penggalan kata-kata tersebut yang datang pada tanggal 26 September yang lalu, saya anggap sebagai sebuah doa.

Pinter bersyukur.

Dua kata itu sulit. Sama sulitnya dengan ikhlas. Perlu banyak latihan dan tempaan cobaan yang berujung pada pengalaman. Orang bisa saja berujar ‘Alhamdulillah’ yang berarti ‘segala puji bagi Allah’ yang biasa diucapkan apabila sedang senang hati ataupun menerima pujian atau barang sebagai bentuk rasa syukur kepada Sang Pemberi Segala. Tapi kebanyakan orang memaknai rasa syukur hanya sebatas itu saja. Saya pun seringnya masih termasuk diantaranya. Bukti bahwa hanya sebatas ucapan adalah apabila diambil kembali ia akan sedih, kecewa, bahkan marah. Dalam banyak kasus yang ekstrem mungkin saja ia merasa sudah tak ada artinya lagi dia hidup.

Saya belajar, melalui banyak hal dan banyak pengalaman yang dialami, diperlihatkan, dan diceritakan, bahwa syukur tak berbatas ucapan. Syukur adalah memaknai dan menghargai apa yang kita punya saat ini dan menjadikan itu semua manfaat. Agar apabila habis masanya, tidak ada lagi penyesalan yang dirasa. Apa yang kita punya saat ini adalah pinjaman. Harta, paras wajah, badan bagus, anak pintar, rejeki lancar, orang tua yang menyayangi, adik dan kakak yang baik, suami, istri, bahkan lingkungan sekalipun adalah pinjaman. Bisa dipinjam sampai kapan? Itu yang kita gak tahu.

Dan ketika diambil kembali oleh yang punya, gak boleh marah. Siapa kita? Bayar uang sewa pun tidak kan. Dipinjami secara cuma-cuma. Apakah ada hak kita untuk marah?

Jadi selagi masih ada, mari manfaatkan. Semoga manfaat tersebut bukan hanya untuk diri sendiri tapi juga dapat dirasakan oleh orang lain. Sekecil apapun itu.

Grateful box, fill with paper ;)

Grateful box, fill with paper ;)

Untuk melatih ini semua, sekaligus pengejawantahan doa yang saya terima (supaya konkrit) saya menjadikan satu kotak bekas parcel ini sebagai tempat menuliskan hal-hal yang saya syukuri setiap harinya. Ditulis di kertas-kertas kecil dan akan dibuka pada 25 September tahun depan. Harapannya adalah pada tahun berikutnya saya dapat melihat apa-apa saja hal yang saya syukuri dan menyenangkan hati selama berumur 24 tahun. Semoga itu bisa menjadikan saya semakin bisa mensyukuri apapun yang terjadi dalam hidup dan gak marah apabila ada yang tidak sesuai dengan rencana. Dan selalu ingat bahwa Tuhan Maha Baik :)

Saya masih harus banyak belajar.

Kalau kata siska sih, bumbu tea kak. Dinikmatin geura (itu mah bumbu, kak. Ayo dinikmatin).

We’ll see… :)

~p.r.p.l.p.h.r.z

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s