Berbagi Mimpi = Hutang dan Tanggungjawab

Terkadang kita memang harus berkumpul dengan pemimpi-pemimpi besar dan membicarakan mimpi kita sendiri. Ada kalanya mimpi itu tambah besar dan timbul pemikiran bahwa seperti mimpi itu akan berhasil. Dikelilingi dengan konseptor-konseptor luar biasa akan membuat mimpimu terlalu kecil dan terlalu besar sekaligus. Seriusan. Terlalu kecil untuk dibicarakan namun terlalu besar untuk direalisasikan, sendirian. Aku pun jadi percaya bahwa segalanya mungkin. Yang dibutuhkan hanyalah sebuah langkah dan setitik niat serta kemauan, selebihnya akan menyesuaikan.

Dan pada hari ini, 24 Agustus 2013, terjadi percakapan mengenai mimpi dan rencana-rencana kedepannya dengan orang-orang yang entah kenapa aku yakin bahwa mereka akan menjadi orang-orang besar berwibawa di bidangnya masing-masing. Iya dengan mereka, mereka yang menemukan aku dalam satu kegiatan dan mengajak untuk bergabung berbagi mimpi.

Sambara, 24 Agustus 2013

Sambara, 24 Agustus 2013

Berbagi mimpi, merajut harapan. Sesungguhnya hanya nama lain untuk kata hutang dan tanggung jawab. Aku berhutang kepada mereka. Hutang untuk merealisasikan segala mimpi.

Semoga nanti, suatu saat apabila kita bertemu lagi dan duduk ber-4 entah dimana pun itu, ketika salah satu dari mereka bertanya “Bagaimana dengan mimpimu?”, aku sudah dapat menjawab bangga “Aku sedang merealisasikan mimpi yang lain karena yang dulu kita bicarakan sudah selesai aku realisasikan”. Semoga.

~p.r.p.l.p.h.r.z

Advertisements

5 thoughts on “Berbagi Mimpi = Hutang dan Tanggungjawab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s