Pak Tua

Pak Tua mengurut pelan keningnya
Mengerjap-ngerjapkan mata yang sudah tak lagi awas
Terlihat guratan-guratan disekitarnya
Tanda usia sudah lewat mawas

Pak Tua bertanya pada diri sendiri
Apa yang selama ini ia cari
Mungkin berusaha membahagiakan diri
Namun yang terlihat apakah hanya sebatas materi?

Mematut sembari bergumam
Mengingat segala idealisme di masa terang
Tetap berjuang. Tetap berkorban
Rela kehilangan demi prinsip yang tak terbantahkan

Pertahankan!
Maka kenyataan hidup bisalah diubah, katanya
Pak Tua pun tersenyum di usia senja
Manggut-manggut mengerti satu hal ia

Bahwasanya selamanya ideal kepunyaan Sang Pencipta
Selalu ada godaan. Selalu ada tantangan
Dualisme pun telah mendarah daging
Ia paham itu sekarang

Tapi tak pernah ada kata menyesal
Karena telah mempertahankan apa yang ia anggap benar
Justru sekarang ia boleh tersenyum bangga
Karena berhasil menyeimbangkan semesta

 

~p.r.p.l.p.h.r.z
Jakarta, 14 Januari 2012
Diantara hiruk pikuk lalu lalang orang dan kepulan asap

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s