Teruntuk: Siapapun yang Main Kesini

“Teteh, blognya teteh dibaca temen-temennya Ines.”, kata adik saya di suatu pagi.

Oke, sebelum postingan ini dilanjutkan, perlu diketahui beda umur saya dengan adik yang paling kecil adalah 10 tahun. Berasa baca blog tante-tante gak sih? Hahahh.

Trus percakapan berlanjut,

“Oh ya? Postingan yang mana? Ada yang mau dihapus, Nes?”

“Nggak ada sih. Gak ada yang aneh-aneh kok. Yang pas ines kecil, Teh.”

“Kok bisa nyasar ke blognya teteh?”

“Iya, kan nyari di google image nama panjangnya Ines, terus keluar foto Ines yang waktu masih kecil, Teh. Pas dibuka eh itu blognya teteh. Terus dibaca deh. Trus Ines diledekin.”

“Diledekin gimana?”

“Iya, dibilang ‘cie Ines fotonya pas masih kecil lucu banget’ sama ‘cieee Ines yang suka tanya-tanya sama kakaknya-sayangan mana’ gitu-gitu, Teh.”

“Oh, terus? Hapus aja nih, Nes?”

“Nggak sih gak usah. Gak aneh-aneh kok =D”

Memang dunia maya terutama per-blog-an begini ya. Lo bisa tahu blog lo dikunjungi oleh berapa orang perharinya, tapi lo gak tahu siapa-siapa aja tepatnya orang yang mengunjungi blog lo. Kalau kata ilmu marketing, lo gak tahu siapa pasar lo. Dan blog ini memang gak dibuat untuk memenuhi kebutuhan pasar tertentu. Misal: gak nargetin harus anak muda, harus orang tua, harus professional, atau apapun itu. Bebas. Dan saya nulisnya juga bebas, semaunya aja.

Well, disini saya mau bilang aja sih, kepada siapapun kalian yang nyasar ke blog saya, saya sih seneng banget kalian main ke blog ini. Tapi sebagai pembaca, yang harusnya pembaca yang pintar dan ‘melek’ teknologi (asumsi udah bisa buka blog =p) harus mampu juga ya membedakan mana yang patut dicontoh dan mana yang sebaiknya tidak. Hahahh.

Dan postingan-postingan disini sebenarnya banyaknya pengalaman pribadi. Tentang keluarga, tentang orang-orang yang saya temui, dan apa-apa saja yang saya alami. Awalnya sih nulis ini biar ingat sama cerita-cerita sendiri. Sama sejarah diri sendiri.

Dan karena saya gak tahu siapa saja yang akan ‘main’ ke blog ini, sengaja atau tidak, jadi ada beberapa postingan yang sengaja saya private. Ini untuk menghindari banyak salah paham aja sih. Tetap komunikasi paling efektif itu kan tatap muka dan ngobrol sejelas-jelasnya sampai dua pihak atau lebih mengerti maksud kita apa. Kalau tulisan? Intonasi, gesture, dan bahasa tubuh yang gak ada disana. Ya kan.

Jadi adik-adik yang kebetulan ‘main’ kesini, be wise ya! =)

Trus sekarang bingung mau dikasih judul apa ya postingan ini. Lol.

~p.r.p.l.p.h.r.z

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s