September, 2012

Kadang hidup tuh begitu yah. Lo harus ambil ancang-ancang jauh supaya nantinya dapat melompat lebih tinggi. Bukan kadang-kadang sih, seringnya ya kayak gitu. Saya ingat di awal bulan September di tahun 2012 itu rasa pesimis saya sampai pada batas maksimal yang pernah saya rasakan. Dan yang membuat saya seperti itu tidak lain adalah pengerjaan tesis yang gak selesai-selesai.

Di awal bulan itu, saya bahkan sempat ngetwit “wake me up when September ends” yang diambil dari kutipan lagunya Greenday. Iya, se-desperate itu. Rasanya ingin skip banget langsung Oktober trus wisuda. Tapi mikir lagi, gak mungkin wisuda kalo gak sidang *sigh.

Kondisi di awal bulan itu tesis saya masih tanda tanya besar. “Bisa gak ya sidang bulan ini?”, itu pertanyaan yang terus-terusan muncul setiap saya bangun tidur. Dan itu seriusan gak enak banget. Walaupun udah dengan pedenya minta form sidang ke Pak Dede, tapi sama sekali gak pede untuk menghadap pembimbing dan minta persetujuan maju sidang. Selesai aja belum kan. Dalam pengerjaan tesis ini juga saya jadi tahu kalau si badan ini alergian. Alergi lembab, debu, ruangan kecil gelap dan tertutup, sampai ke sick-building-syndrome. Cuma kok rasanya cemen banget kalau ngadep ke pembimbing bilang bermasalah sama ruangannya. Nanti ngambil datanya gimana kalau laporan kayak gitu.

Tapi yah, jalan itu selalu ada. Selalu. Ketika saya nyerah, total, dan menghadap pembimbing untuk laporan perkembangan tesis, tiba-tiba salah satu pembimbing saya berkata bahwa pengerjaan tesis saya ini sudah cukup lama dan sebaiknya diakhiri saja, apapun hasilnya di laporkan. Biar nantinya ada orang lain yang meneruskan, karena menurut beliau kalau saya menyelesaikan ini sampai akhir, gak akan lulus-lulus. Mendengar saran seperti itu, nyes banget. Alhamdulillahh. Satu poin selesai, ijin maju sidang sudah ditangan.

Setelah itu cari penguji dan cari waktu sidang. Cari penguji pun sampai 3 kali ganti. Untungnya waktu sidangnya gak berubah, di hari kamis minggu terakhir untuk jadwal sidang. Seminggu ngerjain dokumen, 3 hari untuk buat slide sidang.

September ini betul-betul naik-turunnya saya banget. Yang di awal bulan udah kayak zombie, alhamdulillah di akhir bulan kadar ke-zombie-annya berkurang jauh. Lutut betulan lemas sewaktu ketua sidang bilang lulus sidang. Air mata betulan udah mau keluar kalau aja pembimbing gak mancing-mancing soal pacar dan nikah. =))

Prototipe tesis yang difoto oleh dosen penguji. Proud!

Terima kasih untuk September ini yaa Allah. Alhamdulillah alhamdulillah alhamdulillah.

Terima kasih juga untuk semua orang dan semua bukan orang yang sudah dimampirin sedikit atau banyak dalam hidup saya. I’m feeling blessed! =”)

Setelah sidang. Akhirnyaa! =”)

Intermezo:

17-year-young in heart =”)

<3

I’ll miss them for sure!

THAT 17!

Puding rupa rasa by kosan girls ^_^

:”)

~p.r.p.l.p.h.r.z

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s