Extraordinary VS Ordinary

“Aku percaya sekarang, kak.”
“Percaya apa?”
“Iya, kata-katanya Agnes (Monica) itu bener.”
“Apa emang kata-katanya?”
“Katanya: kalau mau jadi orang yang extraordinary gak bisa cuma dengan ngelakuin ordinary things aja. Harus extra.”
“Hmmm”
“Jadi kalau orang lain bangun jam 7, yang mau jadi extraordinary itu bangunnya jam 4 atau 5 gitu. Kalau orang lain latihannya 3 jam, yang extraordinary harus 7 jam misalnya. Harus extra juga usahanya. Kecuali kalau dia punya kemampuan yang emang di atas rata2, which is itu jarang banget kan kak.”

“Kak kak, tau gak kak?”
“Apa tuh?”
“Aku ngikutin jejak kk semenjak nginep ngerjain itu tau”
“Wah iya?! :”””)))”
“bangun jam 5, nggak ada waktu yang kebuang.. Aku mau lebih berjuang nih. Doain aku ya kak!”
“Pasti! :*”

~p.r.p.l.p.h.r.z

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s