Semesta Mendengar

17 Juli 2012. Satu jam menuju tengah malam.

Pernah merasa bahwa Tuhan tidak mendengar apa yang kita keluh kesah kan? Pernah merasa Tuhan tidak adil? Pernah merasa salah ambil keputusan dulu-dulu? Pernah merasa melakukan kesalahan yang berulang-ulang?

Kalau kata teman saya yang sekarang sedang menuntut ilmu di negeri seberang, kalau belum merasakan itu semua, berarti belum ‘hidup’.

Ah iya, mungkin dia benar.

Hidup dan mati memang relatif.

Hari ini, seperti biasa saya melakukan eksperimen di kosan. Alat-alat saya, saya bawa ke kosan. Niatnya agar lebih semangat mengerjakan. Di kampus, karena topik saya ini hanya saya yang mengerjakan, jadi gak ada teman diskusi selain pembimbing. Udah gitu harus banget dilakukan di lab. Yang berarti mustahil, pasti banyak gangguan dari mana-mana. Ya ajakan rapat lah, ya makan lah, de el el. Akhirnya, terhitung dari 3 bulan yang lalu alat-alatnya saya bawa ke kosan.

Masih mandek. Macet. Gak tau mau perbaikan bagaimana. Tukang 3D printing dan laser cut pun nyerah. Saya pun sampai pada titik yang kalo kata buku The PhD Grind disebut sebagai ‘DOWNFALL’. Dan itu baru chapter satu sodara-sodara. Iyah, chapter 1. Masih banyak lanjutan chapter-chapternya. Mengerjakan suatu penelitian yang bahkan rumusnya pun saya gak tau apa. Dicari pun gak ada. Hanya ada persamaan gelombang tapi gak menentukan jarak peletakkan alat. Nihil. Gak mungkin saya jawab coba-coba juga kalau ditanya nantinya. Penelitian yang Maret 2013 nanti harus bisa saya presentasikan hasilnya di Jerman – kalau dapat sponsor kesana.

Putus asa. Iya, hampir.

Tapi yang saya kembali sadari pada hari ini adalah..

SEMESTA mendengar. TUHAN mendengar.

Pagi hari ini, ditengah ke hampir-putus-asaan saya ini entah kenapa saya membuka doa salat dhuha dan salat istikharah. Artinya kurang lebih seperti ini:

Salat Dhuha,

Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu Dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagunganMu, keindahan adalah keindahanMu, kekuatan adalah kekuatanMu, penjagaan adalah penjagaanMu. Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuhaMu, kekuasaanMu wahai Tuhanku, datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang sholeh.

Salat Istikharah,

Ya Allah sesungguhnya aku memohon pilihan yang terbaik kepada Engkau dengan ilmu yang ada padaMu dan aku memohon kekuasaanMu untuk menyelesaikan urusanku dengan kodratMu. Dan aku memohon kepadaMu sebagai karuniaMu yang agung karena sesungguhnya Engkau Maha Kuasa sedangkan aku tidak berkuasa, dan Engkau Maha Tahu sedangkan aku tidak tahu, dan Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib. Ya Allah sekiranya Engkau tahu bahwa urusan ini lebih baik untuk diriku, agamaku, dan kehidupanku, serta lebih baik pula akibatnya di dunia dan akhirat, maka takdirkan lah aku dan mudahkan lah urusan ini bagiku, kemudian berkahi lah aku dalam urusan ini. Dan sekiranya Engkau tahu bahwa urusan ini lebih buruk untuk diriku, agamaku dan kehidupanku, serta lebih buruk pula akibatnya di dunia dan akhirat maka jauhkanlah urusan ini dan jauhkanlah aku dari urusan ini, dan takdirkan lah kebaikan untukku dimana pun, kemudian jadikanlah aku ridha menerimanya.

Subhanallah. Tinggi sekali arti doa-doa ini ya Allah.

“Gak usah galau, lo masih punya Tuhan.” Ungkapan ini betul sekali. Dijawab dengan adanya doa-doa ini.

Kemudian setelah melakukan perbaikan sebisanya, sore harinya saya pergi ke balubur untuk membeli lem khusus untuk akrilik. Habis. Akhirnya coba beli lem kaca yang bening. Terus pergi les mandarin.

Lama gak les, banyak tukar cerita sama laoshi (panggilan untuk guru dalam bahasa mandarin) tentang kegiatan sehari-hari kemarin dan laoshi juga bercerita tentang kesehatan beliau serta cucunya dan keluarganya.

Dan ditengah-tengah pelajaran tiba-tiba laoshi nyeletuk begini,

Saya biar begini ini saya hapal kitab (alkitab). Penting itu untuk mengetahui segala sesuatunya. Cerita yang buruk-buruk dijadikan pelajaran. Yang baik-baik juga apalagi wajib banget dicontoh. Jangan pernah putus asa. Dalam kitab pun dikatakan, “Manusia mengatakan TIDAK MUNGKIN, tapi Tuhan berkata SEGALANYA MUNGKIN”.

Luar biasa.

Padahal saya tidak mengatakan sedikit pun tentang putus asa.

Iya, semesta itu mendengar. Semesta yang merupakan manifestasi dari Tuhan itu BETUL-BETUL mendengar.

Penelitian saya masih jauh dari kata selesai. Titik jadi maupun keberhasilannya pun belum dapat ditentukan. Akan ada fase-fase seperti ini lagi nantinya dalam hidup saya. Mari berdoa saja semoga apapun hasilnya nanti, semoga bisa membawa berkah bagi sekitar. Dan semoga saya selalu ingat, bahwa semesta itu mendengar, walau suara itu selembut bisikan dalam hati saja.

kayak pedang starwars ya, haha

Amin.

~p.r.p.l.p.h.r.z

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s