Sedikit Nostalgia

Jakarta, 23 Juni 2012.

Pagi ini, Ines, adik saya yang paling kecil, tiba-tiba tergopoh-gopoh datang ke saya yang sedang ngobrol bersama ibu di meja makan. Dia datang dengan setumpuk album foto. Album yang memuat kumpulan foto-foto jaman dulu banget. Dari mulai jamannya ayah saya pertama kenal sama ibu saya, menikah, PTT di Ambon, saya lahir, pindah ke Masohi, Dimas lahir, dan perjalanan-perjalanan kehidupan setelahnya sampai ke Ines lahir dan jaman sekarang.

Ines yang sekarang mau masuk SMP gak berhenti-berhenti bertanya seperti apa ia kecil. Apakah dulu dia disayang, diperhatikan, dll. Bertanya pula dulu siapa yang lebih sayang kepadanya, saya atau Dimas? Trus main mirip-miripan. Ada foto ayah saya yang super miripnya sama Dimas sekarang. Atau muka Ines yang waktu kecil mirip banget sama nenek saya pas mudanya. Yah, dan lain-lainnya mengalir begitu saja.

Saya gak tahu apa yang membuat adik saya ini ngubek-ngubek lemari lama dan menemukan foto-foto ini kemudian membawa bertumpuk-tumpuk album itu ke meja makan. Tapi yah, sedikit nostalgia gak ada salahnya. Melihat ke belakang tentang perjalanan hidup yang telah dilalui. Tempat-tempat apa saja yang sudah dikunjungi dan cerita-cerita apa saja yang sudah terjadi.

Menarik ya, bagaimana versi cetak tidak dapat digantikan oleh versi online. Walaupun di rumah juga ada tumpukan CD yang berisi foto-foto namun ibu saya masih mengedepankan versi cetaknya. Dan untuk dipakai bernostalgia, memang hanya versi cetak yang tetap memberi kesan tersendiri. Disamping karena kertas fotonya yang sudah menguning menunjukkan cerita yang dimakan waktu juga teknologi cetak yang dulu gak bagus-bagus amat. Trus versi cetak ini bisa dibuat scrap book yang bisa diberi tulisan-tulisan lucu sebagai komentar kejadian yang terjadi di masa lampau tersebut.

Tumbuh itu pasti. Jelas terlihat di foto-foto ini.

Ibu saya ketika melihat foto-foto ini berkata,

Ngeliat foto-foto ini antara senang dan sedih deh. Senang karena berhasil melewati masa dulu dengan sukses. Gak pernah merasa kurang suatu apapun. Alhamdulillah sekarang sudah lebih baik. Sedih karena, ya ampun udah gede-gede banget yah kalian. Kayak baru kemaren loh mama ngelahirin kalian. Masih pada kecil-kecil. Udah makin banyak sekarang umurnya yah. Mama papa udah semakin tua.

:”)

Nostalgia. Selalu ada renungan yang bisa direnungkan. Selalu ada cerita untuk dibagi. Pantas saja orang bijak menyuruh kita belajar dari pengalaman.

Ambon, 1990. Bersama ibu.

Ayah, years ago.

Gak tau ini kenapa. Tapi kayaknya sih lagi diomelin. Hahahahhh. Trus disuruh berdiri kayak disetrap.

Tengil ketemu tengil.

Ceritanya hormat.

Hobbynya gendong. Nyoba gendong sih lebih tepatnya. Hahahahh.

Kalau ini Ines dan Ayah.

Melbourne, lupa tahun berapa.

Ines. Lihat pipinya! Sebelas dua belas lah yaa sama kakaknya.

Masih: LIHAT PIPINYA. Oh ya satu lagi: RAMBUT MARIA BELLEN! Katanya sih dulu rambut kakak2nya juga pada kayak gitu, tapi karena panjang-sedikit-langsung-potong jadinya keritingnya abis. Emang bisa yah?

Kalau Dimas sukanya gendong. Ines ini sukanya: nempel dan nyender. Harus ada orang-orang terdekat yang disenderin dan gak boleh jauh-jauh dari dia. Oh dan kakak yang disenderin itu? Saya. SMP atau SMA yah itu? Lupa. Hahahahh

Ines Hadianesti

Alhamdulillah yaa Allah, masih ada orang yang bisa ditanya tentang masa pertumbuhan ini. Masih ada orang yang ingat saat-saat saya dan adik-adik saya membesar (ada gak sih kata membesar?). Gak kebayang kalau misalnya butuh bertanya seperti ini tapi gak ada yang bisa ditanya. Pasti sedih banget. Gak mungkin lahir langsung besar kan?

*notetomyself: umur Ines waktu nanya tentang ini semua, 12 hampir 13 tahun.

~p.r.p.l.p.h.r.z

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s