Perkenalkan: Babybalabala

Ingin memperkenalkan sedikit tentang sesuatu yang saya sebut Babybalabala. Siapa dia? Babybalabala ini adalah suatu thesis project yang sedang saya kerjakan. Agak freak mungkin ya, menamakan barang. Tapi percaya gak percaya, buat saya ketika barang tersebut sudah bernama akan lebih bersemangat untuk mengerjakannya. Hahaha. Opini sih itu. Trus nama yang panjang: Babybalabala ini gak ada artinya sebenarnya, hanya enak saja dalam pengucapannya.

Belum jadi. Baru 50%, masih harus di fine tuning lagi. Yang mana ini lama banget. FInishing. Cetak mock-up. Baru deh jadi. Semoga bisa jadi dalam waktu-waktu dekat ini.

Ini bentuk 50%nya:

Dia super sensitif deh. Kesepet sedikit (baca: kegoncang) bisa ngambek gak mau ngasih hasil yang bagus. Masih saya-friendly, artinya yang bisa pakai cuma saya. Nantinya, inginnya sih bisa dipakai semuanya bukan hanya saya.

Jadi si Babybalabala ini apa?

Dia adalah bentukan dari thesis project saya. Thesis ini masih melanjutkan dari TA saya sebelumnya. Tentang alat holografi digital yang ditujukan untuk melihat objek berukuran mikroskopis. Keunggulannya adalah dia bisa melihat informasi objek mikroskopis itu sampai ke susunan penyusun objeknya. Harapannya sih bisa sampai ke informasi kandungan airnya, transparansi objeknya, dll. Itu yang belum ada di teknologi mikroskop saat ini.

Mau misuh-misuh sedikit boleh yaa..

Kesulitan dalam pengerjaan ini, adalah karena alatnya masih baru dengan ilmu lama. Ilmunya sudah ada sejak tahun 1950an. Penelitian berkembang mulai tahun 1960-1970 kemudian cep, hilang. Ilmu ini sudah hampir ditinggalkan akibat tingginya tingkat kesulitan pengerjaan dan pemakaian alat-alatnya. Dari mulai penyusunan alat, kepresisian penempatan, ukuran kemiringan derajat-derajatnya, dsb semuanya dengan satu kesimpulan: RIBET. Kalau dilihat gambarnya paling komentarnya kan: oh, gitu-gitu aja, cuma tinggal pasang trus selesai deh. Itu sebenarnya ada miring-miringnya, letaknya juga gak lurus-lurus banget, tapi semuanya harus disesuaikan dengan tingkat kepresisian yang tinggi. Makanya kalau kegeser sedikit saja bisa kacau. Ini problem utamanya.

Kenapa dulu saya ambil topik ini? Hmm.. Saya juga heran kenapa dulu mau ambil topik ini. Mungkin karena penasaran. Hahahaa. Iya, salah saya. Super penasaran sama alat ini dan dalam hati berikrar pasti bisa. Tapi yah, pas dikerjain kalau kata prof saya, “setan-setannya baru kelihatan ya, my?”. Hahahaa. Ini bener banget. Trus pengalaman ikut konferensi internasional di Singapura beberapa waktu yang lalu menguatkan saya bahwa ini penelitian yang susah. Buktinya susah apa? Ditinggalkan masyarakat dunia. Ketawa miris aja sih ini mah. Sewaktu saya di Singapura kemaren lalu, prof dari Jerman, Rusia, dan Amerika berkata salut karena saya mau mengerjakannya. Mereka-mereka malah mengundang saya untuk hadir kembali dalam konferensi tahunan itu bulan Maret tahun depan di Jerman. Well, dibalik kata sanjungan itu ada beban berat sebenarnya. Mereka gak mau mengerjakannya karena masih fokus ke penelitian yang saat ini sedang mereka lakukan which is mungkin lebih mudah, lebih banyak aplikasinya, dll. Industri sekalipun semacam Carl-Zeiss berkata mereka akan beralih ke metode yang saya lakukan setelah core penelitiannya selesai. Saat ini mereka sedang mengerjakan Raman Microscopy dan 3D imaging enhancement microscopy. Tapi mereka sepakat kalau yang saya lakukan ini tidak mudah tapi kedepannya pasti banyak kegunaannya.

Pusing.

Gak ada yang bisa ditanya. Kalaupun ada paling setengah-setengah informasinya. Pembimbing pun tidak banyak membantu sampai sejauh ini selain pemberian motivasi dan kata “kamu coba lagi saja”.

Oiya, saran buat yang belum ambil TA/tesis, jangan pilih 2 pembimbing yaa. Cukup satu aja. Kalaupun dua, jangan yang sama-sama sibuk. Pembimbing saya dua-duanya profesor, dua-duanya sama-sama sibuk. Yang satu ketua kelompok keilmuan, satunya lagi ketua program studi S3. Hahahaa. Jangan. Selain sulit mengatur jadwal bimbingan, sulit pula menentukan batas kelulusan. Beda keinginan.

Yah, mari dicoba-coba lagi saja. Semoga ketemu cara yang efektif dengan hasil yang optimal. Mulai minggu depan, tiada hari tanpa nesis. PASTI BISA!

Amiinn..

~p.r.p.l.p.h.r.z

Advertisements

2 thoughts on “Perkenalkan: Babybalabala

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s