Menjaga Hati

Banyak yang berkata penyakit hati itu adalah penyakit yang paling jahat. Orang sehat pun bisa menjadi sakit karena punya penyakit hati.

Hati yang dimaksud disini bukan penyakit liver atau hepatitis dan semacamnya. Ini penyakit yang dokter pun gak tahu apa obatnya. Harus ada pendekatan secara spiritual, katanya.

“Harus hati-hati ya dalam menjaga hati. Sing pinter.”

Itu pesan ibu saya hari ini saat mengantar saya pergi ke Bandung.

Menjaga hati? Masalah cowok dong? Bukan. Sama sekali bukan. Ini menjaga hati secara keseluruhan. Dari meng’aku’kan diri sendiri, sombong, jumawa, pongah, iri, dengki, sirik, dan teman-temannya. Jangan pernah iri dengan rejeki orang. Jangan pernah sombong terhadap pencapaian diri. Jangan pernah merasa tinggi (kalo ini mah bisa lah, emang gak tinggi *literally :p). Jangan pernah merasa menang. Dan banyak lagi..

Kadang simple ya kata-kata ini. Menjaga hati. Tapi ini ngena banget. Susah.

Harus selalu positif. Menjauhi hal-hal dan orang-orang yang sekiranya bisa membuat hati semakin negatif. Harus selalu mengembalikan segala sesuatunya kepada yang Maha Mempunyai.

Susah. Tapi biasanya yang susah pasti baik.

Ah, saya juga masih belajar.
Semoga sukses menjaga hati.

Jadi ingat term yang dulu suka saya pakai. “Cadar hati”. Selalu suka :”””

~p.r.p.l.p.h.r.z

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s