Lolos? Lulus?

Lolos atau lulus?

Ini semacam pertanyaan yang menjadi momok sewaktu kuliah S1 dulu. “Anda lulus atau lolos?”. Lantas, apa bedanya?

Dua-duanya sama-sama merupakan keadaan selamat. Artinya, tidak perlu mengulang dan tidak mempunyai kasus yang signifikan. Hanya saja, dari segi kualitas, lolos dan lulus ini sangat jauh berbeda. Banyak yang mengatakan, kalau ‘lulus’ adalah lolos dengan nilai sangat baik. Semua pelajaran masih dapat diingat dengan baik. Kalau lolos? Ditanya hal mendasar tentang satu mata kuliah saja bisa-bisa sudah lupa.

Dulu jamannya masih mengambil mata kuliah S1, hal seperti ini tidak menjadi pikiran.

Yang penting bisa lulus walaupun lolos (pas-pasan)

Tapi entah kenapa ketika masuk S2, hal seperti ini tidak ingin diulangi. Harus lulus dengan sebaik-baiknya predikat lulus. Harus mengerti tentang apa yang saya pelajari selama kuliah S1 dan S2. Harus membuat alat. Harus menghasilkan karya. Ada semacam pandangan tersendiri tentang bagaimana lulusan/alumni seharusnya. Ada standar sendiri yang terpatri dalam hati.

Untuk tesis, prototipe kasar sebenarnya sudah jadi. Hanya saja, standar yang saya tetapkan masih belum terpenuhi. Masih butuh sekitar 2 bulan lagi untuk selesai. InsyaAllah selesai. Semoga bisa kekejar.

Dengan adanya postingan ini, saya merelakan Juli. Selamat datang Oktober!! Semoga bisa pakai toga setengah lengan di Oktober nanti.

~p.r.p.l.p.h.r.z
Btw, belum foto keluarga pakai toga tanpa lengannya S1. zzzzzz.. Alamat nunggu dapet toga lagi baru foto sekeluarga. Hahaha.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s