Salam dari Suntec City

Suntec City, dari atas. Lihat atapnya!

Sebagai selayaknya orang yang baru pertama kali mencoba sesuatu, rasa takut tidak dapat terhindarkan. Konferensi internasional. Walaupun sebelumnya saya pernah juga jadi pembicara di konferensi yang katanya internasional, tapi kali ini rasanya beda. Di luar Indonesia, dan saya jadi satu-satunya orang Indonesia disana. Semua orang komentarnya “keren” atau “gaul bangettt”. Dan saya cuma mesam-mesem aja di awal waktu dibilang kayak gitu. Padahal deg-degan sungguh. Duduk diantara professor, postdoc, doc, ataupun mahasiswa yang lagi ngejar PhD itu memang suatu pengalaman yang luar biasa. Alhamdulillah.

Rasa takut itu ada. Dan untungnya bukan cuma saya yang merasakan itu. Berkat ngorbrol dengan orang Jerman, Polandia, Singapura, bahkan USA sekalipun mereka juga berpikiran yang sama. Konferensi ini benar-benar luar biasa! Sebut saja Harvard, MIT, Cambridge, Oxford, Imperial College London, University of Tokyo, Osaka, dll semua dari universitas ternama. Belum lagi negaranya. Indonesia? Alhamdulillah ada walaupun cuma 1 delegasi. Pernah niat cari nama di daftar abstrak yang kira-kira nama Indonesia, ada sih 1 orang lagi, tapi dari Todai dan sepanjang konferensi selalu bareng orang-orang Jepang. Susah.

Ajang presentasi seperti ajang pencari bakat. Ajang untuk perekrutan PhD massal. Mempertemukan professor dengan PhD-ers. Dan slide presentasi adalah yang paling utama. Di slide itu pula terdapat berbagai info tentang universitas dan kotanya walaupun sekilas, rata- rata dalam bentuk gambar. Walaupun ada yang bilang gak sengaja, tapi saya yakin itu sengaja. Ada yang di akhir slide menampilkan pose dirinya lagi berada di puncak gunung Alpen sambil merentangkan kedua tangan lebar-lebar dan dia berkata dengan slide yang menampilkan foto itu, “i welcome questions”. Mak. Hahaha.

Yah, walaupun belum pernah kesana, tapi yang penting udah satu ruangan dengan petinggi-petingginya. Udah seruangan sama orang Harvard dan MIT. Udah satu meja makan sama orang Jerman, Poland, dan Jepang. Udah bicara banyak tentang Indonesia.

Dan satu perasaan yang menyenangkan adalah ketika mereka memuji pekerjaan kita. Itu baru motivasi! Hahaha. Harus diselesaikan segera!

Tapi, mengikuti konferensi ini memang menjadikan ada pengotak-ngotakan antara berbagai macam univ dan orangnya. Ada yang suka bertanya namun menjatuhkan. Ada yang sopan sekali sampai seperti diskusi. Mereka-mereka ini yang biasanya tidak akan menghakimi “pekerjaan ini tidak ada gunanya” atau “pekerjaan ini salah”. Mereka-mereka in selalu datang dengan pengalaman dan kemauan untuk bertukar pikiran serta sama sekali tidak sombong.

Oh iya, teori kegantengan vs kepintaran terpatahkan disini! Banyaaakkkk banget yang ganteng dan cantik. Bukan ‘geek’ seperti yang biasa kita asumsikan. Mungkin aslinya memang ‘geek’ tapi ketika mereka bicara tentang passion-nya, jadi ganteng. Lol. Banyak juga muka-muka mirip Steve Jobs disini.

Ah, sudah harus pulang besok pagi. Semoga gak kesiangan.

Mari jadikan ini pengalaman! Suntec City tidak akan hanya menjadi ‘convention centre’ untuk saya, tapi juga surga pengalaman. Singapura tidak akan pernah sama setelah ini.

-p.r.p.l.p.h.r.z
@Suntec City Room 303
Ps:
Mau mengucapkan selamat juga untuk tim robot ITB yang menang di Trinity College Fighting Home Robot Contest di Hartford, Connecticut USA. Inget waktu nganter sampai naik bis dari ITB subuh dini hari, salah satu pesertanya bilang “doain ya mbak, orang desa nih mau ke Amerika”. Komentar saya, “kalau udah kesana mah gak ada kategori orang desa atau orang kota, semua sama”. Dan yang katanya orang desa itu menang!!! Alhamdulilahh =)
Itu juga yang saya pakai disini. “kalau udah masuk konferensinya, gak ada istilah cupu atau penelitian ini gak guna. Sama-sama dipilih untuk hadir dan jadi perwakilan, berarti memang setara”. Haha, sementara ini, kalimat-kalimat di dalam hati itu penyemangat saya. Tapi tetep, rasanya akan lebih menyenangkan kalau ada satuuu aja lagi yang brangkat kesini. Hahahaaa *tetep*

Advertisements

3 thoughts on “Salam dari Suntec City

  1. 12 tahun berlalu,,semasa treene di suntec city singapore…banyak ilmu yang saya dapat dari orang2 singapore..kerja keras, jarang terlambat,tangung jawab,dan murah senyum…suatu saat insyaallah saya pingin balik ke sana bukan untuk kerja tapi untuk jalan2 bersama tistri dan insyaallah anak2 ku dan orang tuaku..untuk mengenag masa laluku..amien

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s