Baru kali ini..

Cerita ini tentang kemarin. Kamis, 1 Maret 2012.

Seperti biasa, di tiap pagi saya selalu menyempatkan membuat list apa saja yang akan saya kerjakan hari itu dan apa saja yang hari selesai. Hari ini pun demikian.

Pertama saya ke kampus. Di kampus nanti ketemu @kurniawanadhi dan @gilgilgilang yang akan membantu saya untuk mendesain alat untuk tesis. Aaahhh betul-betul bersyukur sama PSB yang sudah mengenalkan saya ke mereka.. Setelah itu menunggu mas Aziz yang katanya mau ngambil materi presentasi Thalasemia 21 MB trus ketemu @tariharyanti buat latian sidangnya dia.

Ternyata ngomongin desain untuk tesis aja nyampe 1,5 jam. Semakin dapat pencerahan tapi semakin tau kalau masih jauuuuuuhhhhhhhh dari kata selesai. Hehehe. Trus @tariharyanti dateng dan bilang mau revisi slide dulu sampai jadi 17 dari 40, semangat tareeee!! Akhirnya gak jadi latihan sidang hari ini.

Setelah itu niatnya ke Jakarta karena ada satu keperluan.

Kali ini gak pesen travel, langsung datang saja dan naik travel jam 3:45 sore. Dan penumpangnya cuma saya seorang. Belajar dari social media yang kemaren2 marak memberitakan tentang berita kejahatan di transportasi ditambah lagi emang sayanya yang parnoan, akhirnya saya mengirimkan kabar ke orangtua, @adipsujarwadi, dan @dmynt_anindita lengkap sampai ke nomor mobilnya. =D

Sampai Jakarta malam, sekitar jam stengah 7. Saya yang masih harus ke Kelapa Gading akhirnya memutuskan naik taksi. Abang taksinya baik banget. Alhamdulillah.

Setelah selesai urusan di Kelapa Gading sekitar jam 8 malam saya pulang, kembali menaiki taksi.

Sampai ini prologue-nya (iya panjang banget, maaff). Inti ceritanya dimulai dari sini…

Masuk ke dalam taksi…
Supir: “Assalamualaikum, mbak”
Saya: “Wa alaikum salam, Pak. Ke Duren Sawit ya, Pak”
Supir: “Siap, Mbak”
Supir: “Ke Duren Sawit itu kan lewat Kayu Putih lurus terus lewat Rawamangun kan ya, Mbak?”
Saya: “Iya, Pak. Betul.”
Supir: “Maaf ya, mbak. Saya dari Tangerang makanya masih ngeraba-raba letaknya dimana”
Saya: “Wah, Bapak dari Tangerang???”
Supir: “Iya, mbak”
Saya: “Terus ini pool taksinya dimana, Pak?”
Supir: “Poolnya di Tangerang juga, Mbak”
Saya: “Hoooo” *anggukangguk*
Supir: “Mbak udah pernah ke Tangerang?”
Saya: “Ke Tangerangnya sih udah pernah, Pak. Tapi gak tau poolnya dimana. Hehe.”
Supir: “Hooo” *gantian angguk angguk*
Supir: “Maaf, mbak. ACnya cukup?”
Saya: “Cukup, Pak. Terima kasih.”

Saya yang masih takjub karena dia dari Tangerang dan nyari nafkah sampai ke Kelapa Gading bertanya lagi…

Saya: “Terus, Pak. Biasanya kalau balik ke poolnya itu jam berapa?”
Supir: “Paling lambat jam 12 malem harus udah masuk pool mobilnya”
Saya: “Terus Bapak keluar lagi jam berapa dari poolnya pagi?”
Supir: “Jam 4, mbak.”
Saya: “Jadi Bapak masukin mobil ke poolnya jam 12 malem trus keluar lagi jam 4 pagi???”
Supir: “Iya mbak, tapi alhamdulillah poolnya deket kok sama rumah saya. Terus cuma kerja per 3 hari gitu dapet libur sehari mbak. Alhamdulillah banget”

Memang ya, dunia selalu bisa menasehati dengan caranya. Si supir taksi ini bisa membuat saya simpatik dalam hitungan detik begitu bilang “Assalamualaikum”. Dan pembicaraan berikutnya mengalir saja. Malam-malam si saya dipertemukan dengan si supir ini. Kondisinya sama-sama capek pasti tapi capek saya dan pak supir berbeda dan ini yang membuat saya menunduk malu.

Saya kalau disuruh kerja cuma tidur 3 jam sehari maksimal pasti udah marah-marah, tensi naik, dan ambang stress tinggi. Sedangkan pak supir itu yang tidurnya 3 jam sehari masih bersyukur karena rumahnya deket pool dibandingkan supir-supir yang lain dan bersyukur pula setelah kerja sehari dapat libur sehari penuh. Bahagia yang benar-benar sederhana untuk pak supir ini.

Berbeda dengan supir-supir taksi yang lain yang ketika menghadapi kemacetan selalu mengeluh, beliau nampak ikhlas menjalani ini semua. Semoga saya bisa selalu belajar dari mereka-mereka ini.

Dan saya benar-benar dibuat takjub ketika saya masih menunggu untuk dibukakan pintu, beliau putar balik mobilnya dari berkata “Mari, mbak. Saya pulang duluan”

What a gentleman. #sikap

Baru kali ini saya naik travel sendirian.
Baru kali ini begitu saya naik taksi diucapkan “Assalamualaikum” biasanya “selamat pagi/siang/malam”.
Baru kali ini ditanya ACnya cukup dingin atau tidak.
Baru kali ini begitu saya keluar taksinya gak puter balik langsung pergi.
Baru kali ini si supir bilang “mari, mbak. Saya pulang duluan” setelah puter balik.
Baru kali ini saya melihat orang yang tidur 3 jam sehari dan lebih dari 18 jamnya dihabiskan di jalan.
Baru kali ini saya menemukan orang seperti itu tanpa mengeluh.

Terima kasih saya ucapkan kepada Bapak Rosidin Imron dengan NIP taksi Blu* B*rd 00078780 dan nomor mobil EL 030 (hapal) yang telah mengantarkan saya selamat sampai rumah, dan telah membagikan sedikit dari pengalaman hidupnya kepada saya. Semoga berikutnya saya bertemu Bapak sudah jadi pengusaha ya, Pak!!

Until we meet again. :”)

~p.r.p.l.p.h.r.z

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s