Pemberian tanpa pamrih. Adakah?

Entah mengapa, saya berpikir bahwa kalimat

harus memberi tapi tanpa mengharapkan balasan (pamrih)

itu nonsense. Saya berpikir dan merasa bahwa setiap pemberian selalu pamrih, apapun bentuknya dan sekecil apapun itu. Gak mungkin setiap orang dengan baiknya memberikan sesuatu ke kita tanpa mengharapkan balasan. Oke, mungkin disini itu saya yang statusnya curigaan terus. Tapi coba yuk dipikir bareng-bareng.

Siapa yang bisa memberi tanpa pamrih?

Sahabat. Karena dia selalu ada untuk kita. Pasti dia menginginkan yang terbaik untuk kita.

Hmm, gak juga. Gak semua orang yang mengaku sahabat dapat memberikan tanpa mengharap balasan.

Tapi kalau dia memang sahabat yang baik pasti dia akan melakukan semua hal yang baik untuk kita

Pernahkah kita bertanya kenapa dia mau dan rela memberikan kepada kita semua perhatian itu? Jawaban yang sering ditemui adalah “karena lo pasti akan melakukan hal yang sama kalau ada sesuatu yang menimpa gw”. Yang berlaku disini adalah hubungan timbal balik. Lo baik, gw baik. Lo gak peduli, gw juga bakalan gak peduli.

Siapa lagi yang bisa memberi tanpa pamrih?

Orang tua, karena dia yang melahirkan dan membesarkan kita

Pernahkah kita bertanya kepada mereka apa yang mereka harapkan saat memberikan kita cukup kasih sayang, harta, pendidikan, moral, dan materi itu? Rata-rata orang tua ketika mereka menyekolahkan anaknya tidak serta merta tanpa pamrih. Ada harapan-harapan tak tertulis yang ada di niat mereka.
“Sekolah supaya mendapatkan hidup yang layak, sehingga bisa menyekolahkan adik2nya dan menafkahi keluarganya kelak” — di kasus ini berarti orangtua berharap dibalas, tapi dengan bentuk ‘pengembalian’ lewat orang lain.
“Di beri pengetahuan agama yang cukup, supaya nanti kalau orangtuanya sudah meninggal ada yang ingat untuk mendoakan” — di kasus ini pengembaliannya berupa doa supaya orangtuanya ‘selamat’.
Masih banyak pengharapan-pengharapan yang lainnya. Pamrih kah? Buat saya hal seperti ini masih bisa dikatagorikan sebagai pamrih. Pamrih yang tak tersirat.

Lantas siapa lagi yang bisa memberi tanpa pamrih?

TUHAN. Karena dia Maha Kaya. Maha Pemurah. Masa iya itungan sama umatnya?

Nampaknya Tuhan pun tidak akan memberikan barang sedikit pun kepada umatnya tanpa pamrih. Setiap pemberian Tuhan, saat ini saya maknai sebagai ‘titipan’, bahwasanya selalu ada hak orang lain dalam setiap kenikmatan yang kita terima. Sadar atau tidak sadar, dalam kitab suci pun telah dikatakan bahwa ketika kita diberi sedikit saja nikmat, maka wajib bagi kita untuk bersyukur. Untuk berterima kasih kepada siapa pun yang telah memberikan kesenangan kepada kita. Selalu ada ‘ancaman’ untuk menarik kembali kenikmatan itu apabila kita tidak dapat mensyukurinya untuk melakukan hal yang lebih baik lagi. Bila diberi rezeki, wajib untuk mensedekahkan 2,5% dari apa yang kita dapat. Itu juga menurut saya bentuk pamrih.

Lantas, jelekkah pamrih itu?

Tidak. Sama sekali tidak. Saya justru sangat bersyukur dengan adanya pamrih ini. Kita akan selalu menyadari bahwa apa yang kita terima pada akhirnya harus kita berikan lagi, walaupun dalam bentuk yang berbeda. Bahwasanya tidak ada yang kekal, tidak ada yang abadi, itu benar. Dan sebaik-baiknya orang adalah orang yang pandai bersyukur.

Seandainya semua orang menyadari konsep pamrih ini, maka tidak akan ada lagi kerusakan-kerusakan yang terjadi. Tidak akan ada lagi hewan yang kehilangan habitatnya. Karena biar bagaimana pun, kita hidup dari alam. Alam rusak, kita pun rusak. Tidak akan bisa hidup dengan kondisi yang semakin buruk ini. Sekecil apapun yang kita ambil dan kita terima, hukmnya adalah harus untuk mengembalikannya.

Semoga konsep ini saya pegang teguh sampai mati.
Amin.

~p.r.p.l.p.h.r.z

Advertisements

3 thoughts on “Pemberian tanpa pamrih. Adakah?

  1. pam·rih n maksud yg tersembunyi dl memenuhi keinginan untuk memperoleh keuntungan pribadi: mereka berjuang tanpa –;

    hmm, apakah Tuhan mendapatkan keuntungan dari apa yang kita perbuat my?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s