Kuliah: Filsafat Seni

Kuliah semester ini ada 10 sks. 6 sks tesis, 4nya lagi sebenarnya pilihan bebas. Saya kembali mengambil kode SR untuk kuliah pilihan 2 sks ini.

Judulnya “Filsafat Seni”.

Aneh? Iya, awalnya saya pikir akan aneh secara saya anak ‘teknik’ lantas kenapa masuk ke dalam ranah yang ‘seni’ banget. Pasti gak nyambungnya. Tapi teman saya yang menyarankan untuk mengambil mata kuliah ini berkata bahwa kuliah ini bukan filsafat seni yang sifatnya kebendaan misalnya asal mula jaman rennaisance dan lain sebagainya, tapi lebih ke seni yang terdapat di Indonesia termasuk asal muasal kebudayaan dan kenapa bangsa Indonesia terdiri dari berbagai macam suku bangsa dan dengan pola pikir yang berbeda pula.

Diberi tahu ada kuliah seperti ini disaat nampaknya pikiran dan hati sudah sampai batas toleransi untuk urusan teknik tentu menjadi angin segar bagi saya. Haha. Langsung ambil.

Dosen yang mengajar sudah sangat tua dan telah banyak menerbitkan publikasi. Beliau juga merupakan guru besar dan mengajar di 4 perguruan tinggi. Di awal kuliahnya, saya langsung tertarik dengan cara pembawaan dia, cara pandang dia terhadap suatu masalah, dan bagaimana cara dia menjelaskan ‘filsafat’ ini secara logis tapi tidak menyuruh kami berdebat.

Kelas kecil ini hanya berisi 6 orang mahasiswa dan 3 dosen. Kelas kecil dalam artian yang sebenarnya. Yang saya selalu suka dari kelas di Seni Rupa dan juga SBM itu diskusinya terasa hidup. Dosen sepertinya senang mendapatkan sparing partner dari mahasiswanya. Selalu mau dikritik dan nampak tidak pernah takut akan adanya pertanyaan. Lain dengan di teknik tapi itu murni pendapat saya loh ya.

Ikut kuliah ini tidak pernah tidak membuat mata saya berkaca-kaca tentang bagaimana sih sebenarnya orang Indonesia itu. Nilai kebudayaan apa-apa saja yang kita punya? Kenapa kita jadi lebih kaya dibandingkan bangsa lain? Kenapa bangsa-bangsa asing senang meneliti kebudayaan kita? Kenapa kita disebut-sebut sebagai Atlantis? Apakah benar kita pusat kebudayaan dunia?

Semangat saya selalu naik sampai ke puncaknya tiap kuliah ini dimulai. Selalu banyak pertanyaan dan menariknya tidak pernah tidak bisa dijawab. Tentang apa sebenarnya filsafat itu, mengapa kita membentuk suku-suku dan ternyata kesukuan itu berpengaruh pada cara berpikir dan bertindak yang sesuai polanya, tentang estetika alat seni, tentang alat seni yang juga setara dengan alat kebudayaan, tentang penyebaran agama dan kepercayaan, tentang makna yang mendalam yang ada pada setiap pantun puisi dan gurindam, tentang teori kosong-isi, tentang makna ada-tiada, konsep dualitas, dan teorema paradoks.

Mungkin terlihat rumit, tapi saya bisa mengatakan ini sesungguhnya menarik. Dibalik semua hal yang kita lihat, entah itu barang, orang, maupun pemandangan alam, ada motifnya. Ada keinginan dari sang Penciptanya yang sangat besar disitu. Benda seni yang dibuat selalu ada maksud dibaliknya. Dan sesungguhnya manusia adalah karya seni yang tak ternilai dan tak akan habis untuk dipelajari tingkah lakunya karena semua yang dikerjakan pasti mengandung will, mind, and power atau yang dikenal sebagai “tekad, ucap, lampah” dalam kebudayaan Sunda kuno.

Alhamdulillah bisa masuk ke kelas ini, betul-betul ilmu yang sangat bermanfaat. Oiya, saya satu-satunya anak teknik disini. 1 dari 2 perempuan yang ada di kelas. #penting =))

Jangan tunggu sampai mahasiswa asing yang memaknai negara kita. Kekayaan bangsa Indonesia adalah punya bangsa Indonesia itu sendiri. Jangan sampai dieksploitasi oleh bangsa lain. Jangan biarkan pula generasi selanjutnya tidak mengetahui jati dirinya dan tidak bangga dilahirkan sebagai bangsa Indonesia

~p.r.p.l.p.h.r.z

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s