14 Februari

Dalam postingan ini, saya tidak akan membahas tentang fenomena Valentine dan pro-kontranya. Tapi ada beberapa pendapat menarik tentang ini.

Sore tadi, saat kelas masih belum dimulai dan saya masih menjadi satu-satunya murid yang telah hadir, terjadilah suatu percakapan. Laoshi saya bertanya kepada saya tiba-tiba,

“My, memang betul ya kalau di Islam itu haram untuk merayakan Valentine? Hukumnya tidak boleh kalau memberikan cokelat atau mengucapkan kasih sayang kepada orang lain?”

Karena katanya kalau di Cina sana, 14 Februari itu sudah dijadikan hari dimana anak-anak memberikan bunga kepada orang tua dan orang yang mereka kasihi. Menurut saya, mungkin mirip dengan fenomena Hari Ibu kalau disini. Ucapan, bunga, dan cokelat, adalah sedikit cara untuk menunjukkan rasa kasih dan sayang kepada orang lain. Memang betul ada banyak cara.

Mungkin disini bedanya menghormati dan mengimani. Kita mungkin bisa saja menjadikan hari ini sebagai satu hari menunjukkan kasih sayang secara besar-besaran atau bisa juga pilih hari lainnya tapi kita tidak mengimani hari ini sesuai dengan cerita yang beredar bahwa bila tanggal 14 Februari ini tiba maka wajib hukumnya untuk dirayakan dengan memberikan coklat.

Laoshi saya pun menyayangkan bahwa makna hari kasih sayang sering disalahartikan oleh pasangan-pasangan muda yang cenderung mengartikannya secara ‘bebas’. Tapi dia pun tidak membenarkan tindakan ormas-ormas yang bersikap anarkis terhadap orang yang merayakannya.

Kemudian laoshi saya melanjutkan membahas perbedaan tentang ini:

爱情节 (ai qing jie) : cinta kasih yang biasanya terdapat hasrat.

Dan

爱护节 (ai hu jie) : cinta kasih yang sifatnya sehidup semati. Saling menyayangi sampai kapanpun, saling mendukung, saling menghargai, saling menghormati, dan menjaga satu sama lain.

Laoshi saya juga bertanya mana yang lebih kita inginkan?

Yah begitulah laoshi, selalu menyelipkan pelajaran-pelajaran seperti ini di kelasnya walaupun tidak terdapat kata-kata ini di pelajaran hari ini.

Sedikit mirip dengan konsep kosong-isi dan ada-tiada yang saya pelajari juga. Mungkin postingan selanjutnya akan bercerita tentang konsep paradoks ini. Menarik sungguh. =)

Well, ya. Adalah hak setiap orang untuk menunjukkan cinta kasihnya terhadap sesama dan Tuhannya. Adapun hari Valentine, mungkin merupakan momen, tapi ya momen juga bisa diciptakan.

Saya pribadi tidak terlalu mempermasalahkan pro-kontra valentine’s day ini, tapi gak nolak juga kalo dikasih coklat. Hahaa. Siapa yang bakalan nolak coba? Everybody’s love chocolate!

Live your life happily and be gorgeous!
~p.r.p.l.p.h.r.z

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s