tontonan beberapa hari ini.

Entah kenapa, akhir akhir ini tontonan yang saya tonton sangat menarik. Sesi pertama, yang mana ini semalaman acaranya adalah tentang dunia hewan. Dari mulai hewan yang hidupnya selalu sendiri, tentang apa itu koloni, kebiasaan kebiasaan unik hewan-hewan sampai ke apa yang akan terjadi kalau keseimbangan itu diubah dan diacak-acak oleh manusia.

Sesi yang kedua saya tonton sepagian, literally dari mulai jam 4 subuh sampai jam 11 siang. Subhanallah. Angel waterfalls, desert, aurora, dan lain-lain diterangkan dan diperlihatkan disini. Membuat terkagum-kagum dan berucap syukur. Dan bertekad untuk melihat langsung dan mengagumi dari dekat. Tau rumah yang di atas tebing tinggi curam seperti yang diperlihatkan di film UP? Itu nyata, di Amerika Selatan. Menonton tayangan ini, membuat saya menahan napas berkali-kali. Indah. Betul-betul indah seperti lukisan. Perpaduan warna yang brilliant. Ditunjukkan secara nyata bahwa Tuhan memang seniman yang tiada yang bisa menandingiNya.

Kemudian ada tayangan random tentang gimana memancing octopus, menangkap belut, dan memancing dengan menggunakan jaring sepanjang 2 km. Lalu ada pula tayangan tentang bagaimana gempa bumi itu terbentuk dan menghancurkan Kobe di Jepang. Terus juga ada tentang mafia-mafia yang berada di Tokyo, tentang Yakuza, dan hal-hal lain yang terhubung dengan mereka.

Malam ini, saya menyaksikan lagi satu tayangan yang menarik. Ini film. Bukan dokumenter atau liputan seperti yang sebelumnya.

Bercerita tentang seorang perempuan yang menjadi buta di umur 8 tahun karena ibunya. Kemudian ada seseorang yang mendonorkan matanya kepada perempuan itu saat si perempuan berusia 28 tahun. 20 tahun ia tidak melihat.
Mungkin orang-orang awam berpikir bahwa adalah mukjizat bagi orang buta untuk dapat melihat lagi. Perempuan itu juga beranggapan seperti itu, pada awalnya. Tapi ternyata tidak. Indera penglihatan itu akan sempurna di umur 9 tahun. Artinya, kalau ada yang menjadi buta setelah umur 9 tahun, besar kemungkinannya ia akan dapat melihat dengan sempurna lagi jika dibantu. Tapi perempuan ini buta di umur 8 tahun. Penglihatannya belum sempurna. Penglihatan disini tidak hanya terkait melihat warna tapi juga tentang persepsi jarak, ilusi, halusinasi, dan memori. Iya seperti orang yang belajar baca, belajar mengenali sesuatu, karena semua yang ia pelajari dalam kegelapannya hilang. Sama seperti ketika kita membaca buku fiksi dan membayangkannya di pikiran kita, kemudian filmnya muncul dan seakan-akan kita tidak mengenal siapa karakter tersebut.

Perempuan ini, tidak dapat melihat dengan jelas. Semuanya kabur, buram. Matanya bisa melihat, tapi persepsinya tidak. Ia melihat orang, tapi persepsinya membuat kabur, dan bayangan tentang orang itu siapa, mukanya seperti apa, baru muncul keesokan harinya. Jarak dari tempat dia berdiri dengan misalnya pinggiran sofa pun dia tidak dapat mengestimasinya dengan benar sehingga seringkali terjatuh. Dia juga tidak biasa dengan lampu terang, akhirnya selalu menyalakan lilin di dalam apartemennya.

Di daerahnya sedang terjadi kasus kriminal. Kebetulan perempuan itu dianggap saksi mata, karena saat terjadi pembunuhan hanya perempuan itu yang ada di lokasi bahkan sempat bercakap-cakap dengan si pembunuh. Namun karena pandangannya yang buram, ia menganggap si pembunuh sebagai pemilik gedung apartemennya. Alhasil ia dicari juga oleh si pembunuh disaat dia tidak dapat mengenali si pembunuh tersebut. Saat bercerita kepada polisi pun dia disangka gila karena merasa melihat tapi ternyata tidak, merasa tidak melihat tapi ternyata melihat.

Akhirnya perempuan itu mulai mengutuk matanya, mata yang didonorkan kepadanya. Mengapa ia tidak bisa melihat padahal ada mata yang normal yang dipasang pada dirinya. Mengapa dulu sebelum ia ‘bisa’ melihat, segalanya baik. Ia menghabiskan 20 tahun hidupnya secara aman, tentram, dan damai. Semuanya seperti normal. Dan sekarang ketika ia menjadi ‘manusia normal’ justru keadaan berputar, menjadi sebaliknya.

Tontonan beberapa hari ini sungguh sungguh membuka mata, hati, dan pikiran. Sungguh kuasa Tuhan itu jelas dan tidak ada yang tahu rencanaNya. Harus berpikiran terbuka terhadap segala sesuatu, open mind.

~p.r.p.l.p.h.r.z
celotehan malam ini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s