Sebuah tulisan tentang pendidik.

Program Indonesia Mengajar telah memasuki batch ke-3 dan pendaftaran untuk batch ke-4 sudah dibuka kembali. Saya yakin pasti jumlah applicants yang mendaftar sudah jauuhh di atas ekspektasi.

Program ini, menawarkan kesempatan mengajar bagi para intelektual yang mereka sebut dengan ‘pengajar muda’.

“Satu tahun mengabdi, seumur hidup menginspirasi”

Itu tagline-nya. Sempat terpikir bahwa ini adalah penuntasan tanggung jawab yang instan. Sempat terpikir bahwa ‘setelah satu tahun mengabdi, lalu apa?’. Program ini menawarkan sesuatu, tentang perasaan mengenai penuntasan tanggung jawab itu. Perasaan bahwa apabila telah sukses mengabdi selama setahun kemudian pulang kembali ke kota asal maka tunai sudah kewajiban ke-3 dari tri darma perguruan tinggi yaitu pengabdian masyarakat. Tidak heran yang berminat banyak sekali walaupun mereka tahu medan berat apa yang akan mereka hadapi.

Saya disini bukan mengkritik. Hanya memberikan pandangan saja. Toh, teman-teman yang menjadi pengajar muda itu teman-teman saya juga. Saya kenal baik. Dan mereka memang sukses menginspirasi. Menginspirasi saya juga =)
Satu yang saya yakini, mereka, si teman-teman saya itu, akan terus konsisten dalam berkarya, dalam menginspirasi, dalam menyebarkan pemikiran-pemikiran positif. Mereka diberikan penglihatan lebih akan pendidikan di daerah terpencil seperti apa. Saya yakin pengalaman itu akan membekas dalam benak mereka. Mereka mendapatkan kesempatan itu.

Yang saya komentari adalah apabila ada yang menjadikan program ini sebagai ‘pembenaran’ bahwa ‘hanya setahun’ untuk pembuktian diri, bahwa bisa loh ternyata mengabdi. Setelah setahun tuntas semua tanggung jawab. Dan setelah itu bebas hidup hura-hura lagi. Bila ditanya kenapa? Jawabannya ‘kan sudah setahun mengabdi’.

Semua tentang niat.

“Seumur hidup menginspirasi”. Yang saya tahu, menginspirasi seumur hidup itu dapat dilakukan bila seumur hidup pula mengabdi. Tidak harus di tempat yang sama. Di tempat yang berbeda dengan orang yang berbeda pun tidak jadi soal. Karena pada akhirnya, setahun itu singkat. Dan akan hadir orang2 yang akan menggantikan untuk memberikan pandangan-pandangan tentang hidup.

Menjadi pengajar, itu mudah. Menjadi pendidik, itu sulit. Betul-betul harus dari hati. Harus ‘fit’ secara emosional sehingga si anak dapat berbagi emosinya dengan si guru.
Semoga teman-teman saya yang niat untuk ikutan program ini gak salah niatnya.

Saya sendiri, untuk saat ini tidak sebegitunya tertarik. Jujur satu2nya yang membuat saya tertarik adalah kesempatannya untuk melihat Indonesia bagian lain dengan sudut pandang yang berbeda. Itu yang sangat menarik.

Namun untuk saat ini, ada seseorang yang harus saya didik secara moral dan materiil. Secara ilmu pengetahuan dan pengalaman hidup. Dia, yang menolak untuk les karena sudah terlalu capek dengan pelajaran di sekolahnya. Dia yang mengeluh mengenai guru-nya yang tidak becus dalam mengajar. Dia yang selalu mengeluh mengapa PRnya dan teman-teman satu kelasnya tidak pernah diperiksa oleh gurunya. Dia yang mulai mempertanyakan peran guru harusnya seperti apa. Dia yang mulai bertanya tentang apasih pacaran. Dia yang mulai panik karena dapat haid pertama. Dia yang mulai senang memakai barang-barang saya. Dia, adik perempuan saya satu2nya yang akan segera duduk di bangku SMP.

Sekali lagi. Mendidik dan mengajar.
Hasil didikan yang paling terlihat adalah keluarga. Saya hanya tidak ingin menjadi seorang pengajar dan pendidik yang bahkan mengurus anggota keluarganya saja tidak bisa.
Saya akan membuat dia besar nantinya. Semoga bisa bermanfaat bagi orang-orang disekitarnya kelak.

Sekali lagi, semua tentang pilihan.

Nb: sebuah tulisan untuk si adik, Ines Hadianesti. Selamat ulang tahun ke-13 yaa cantikkk ♥

~p.r.p.l.p.h.r.z

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s