indah pada waktunya.

Saya percaya bahwa semua akan indah pada waktunya. Semuanya. Ya rejeki, ya penyelesaian masalah, ya kerjaan, ya keluarga, ya jodoh, ya karir, semuanya. Mereka-mereka itu akan datang di saat yang tepat.

Kadang memang ya, ketika kita menginginkan sesuatu selalu saja gak ada yang dapet. Tapi ketika kita mencoba ikhlas dan gak menginginkan hal itu, tiba-tiba datang sekaligus banyak. Gak jarang ada perkataan ‘aji mumpung’ atau semacamnya.

Kadang harus ketemu masalah dulu baru ngerti gimana cara menyelesaikannya. Harus ketemu orang jahat dulu supaya tau bahwa masih ada orang baik yang baiknya benar-benar tulus. Harus tau dulu gimana rasanya sakit supaya ketika dikasih bahagia bakalan bersyukur tiada henti dan gak mau hal yang gak enaknya itu terulang.

Dulu waktu saya kecil, ketika saya meminta apapun kepada orang tua itu tidak serta merta diberikan. Gak bakalan ‘mau ini’ dikasih ‘ini’ langsung. Seringnya minta ‘ini’ dikasih ‘itu’. Dan itu pun berani mintanya kalau memang ada momen seperti ulang tahun atau naik kelas. Tapi semuanya gak cuma-cuma. Gak ada yang gratis. Selalu ada kata “boleh, tapi kamu harus juara kelas dulu” atau “boleh, kalau menang lomba ini” dan lain sebagainya. Kata Bapak saya kalau mau mendapatkan apapun itu harus berkorban, itu wajib hukumnya supaya tahu bagaimana menghargai apa yang sudah kita dapat. Itu ajaran Bapak dan Ibu saya semenjak mereka kecil. Ingin sekali menceritakan tentang mereka, bagaimana kerasnya hidup dan bagaimana mereka struggling sampai akhirnya survive. Tapi mungkin akan saya ceritakan di postingan-postingan berikutnya.

Saya percaya kekuatan doa. Sangat percaya. Tapi berdoa pun harus hati-hati. Karena yang namanya doa pasti akan dikabulkan. Kalau gak sekarang, besok, lusa, minggu depan, bulan depan, tahun depan, depannya lagi, depannya lagi, kalau sama sekali belum dikabulkan percaya aja di kehidupan lainnya kita pasti dapat. Guru saya pernah berkata,

“Minta itu sama Allah. Berdoa. Jangan pernah minta sama manusia apalagi sama setan. Karena mereka pasti minta imbalan. Pamrih. Minta sama Allah itu pasti dikabulkan. Tapi harus sabar. Dan harus percaya bahwa kita bakalan dikasih itu semua pada waktunya. Waktu yang tepat buat kita. Dan siapa yang tahu itu? Cuma Sang Pencipta yang paling tahu.”

Mau minta harta? Boleh. Asal dengan diberinya harta itu kita masih ingat untuk selalu bersedekah, membantu orang lain, gak sombong, gak kikir, dan gak jadi menyaniaya orang lain. Mau minta kerjaan? Boleh. Minta kerjaan yang bisa bermanfaat buat kita nantinya. Yang jauh-jauh dari orang-orang jahat di dalamnya, yang jauh-jauh dari perbuatan maksiat. Mau minta jodoh? Boleh. Minta Allah pilihkan jodoh yang terbaik dimataNya untuk kita. Yang cocok untuk kita. Yang sekiranya dapat membawa kita untuk sampai kepadaNya.

Kalau belum ada, ya sabar. Terus berikhtiar. Terus berusaha. Mungkin iman kita belum kuat untuk menerima harta itu. Mungkin belum waktunya juga untuk kerja. Mungkin belum waktunya juga untuk meniti karir. Mungkin masih ada orang-orang yang perlu saya temui disini. Masih perlu banyak belajar dari mereka. Berlaku hal yang sama untuk semua urusan termasuk masalah pasangan. Mungkin masih ada pelajaran-pelajaran hidup yang perlu saya dapatkan agar kelak saya menjadi sukses sampai ke puncaknya.

Modalnya cuma satu. Selalu berprasangka baik bahwa semua akan indah pada waktunya.

*sedang mendapatkan banyak tawaran-tawaran menarik tapi secepat itu pula harus ditolak karena banyaknya hal-hal lain yang harus diurus dan dipikirkan

~p.r.p.l.p.h.r.z

Advertisements

One thought on “indah pada waktunya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s