satu seminggu.

Terinspirasi dari film Julie & Julia, film drama komedi romantis yang sudah lama saya tonton. Ceritanya ada seorang istri bernama Julie Powell yang suka sekali memasak. Dia ngefans banget sama koki ternama pada jamannya yaitu Julia Child. Akhirnya dia membuat sebuah blog dan menantang dirinya sendiri untuk membuat 524 resepnya Julia Child dalam 365 hari. Tempat memasaknya? Dapur di apartemen kecilnya.

Nah, dari cerita ini, saya jadi menantang diri saya sendiri. Saya bertekad untuk membangkitkan lagi semangat membaca. Iya kalau di film itu diceritakan Julie Powell dan Julia Child sama-sama punya passion yang sama, masak. Saya gak mau ah bikin blog tentang masak. Udah banyak. Lagian dengan skill terbatas seperti ini (masih belum bisa masak yang ada santan dan daging ungkep) ngarep apa. Jadi yang akan saya lakukan adalah, membaca. Dulu saya senang sekali membaca, tapi karena banyak kesibukan lainnya dan dikasih terus menerus buku textbook yang tebal dengan tulisan yang kecil2, jadilah saya malas untuk membaca. Ini harus dihidupkan kembali. Gak boleh mati. Gak boleh. Saya kepikiran untuk membuat suatu blog, yang isinya buku-buku yang pernah saya baca selama setahun dan ada resensinya. Dengan itu pasti saya baca dan nulis juga.

Jadi ingat percakapan dengan si Om yang juga merupakan anggota I4. Saya sangat kagum dengan kegigihan beliau menyelesaikan penelitiannya. 40 tahun. Bukan penelitian yang main-main. Dan saya bertanya pertanyaan yang sederhana, “kok bisa, om. Konsisten terus2an terhadap hal yang bahkan nilai berhasilnya saja belum bisa ditentukan?”. Dan beliau hanya tersenyum simpul dan menjawab dengan jawaban sederhana pula yang tidak saya duga sama sekali. Katanya, “baca buku, my. Banyak-banyak. Apapun. Buku apapun. Kamu pasti akan lihat dunia. Pasti akan ada keyakinan di diri kamu kalau kamu pasti akan berhasil.”

Saya terperangah. Tidak menyangka diberikan jawaban seperti itu. Bijak sekali. Iya, keyakinan itu memang asalnya dari pengalaman. Dari jam terbang. Tapi bukan cuma jam terbang kita yang diperhitungkan, bukan cuma berbatas usia kita. Kia bisa belajar itu dari ‘kacamata’ orang lain. Belajar dari pengalaman orang lain. Sambil berharap kita tidak mengulang kesalahan yang sama.

Dan yang bisa menjadi jendelanya adalah buku.

Satu lagi hal yang berkaitan, yaitu desain. Bagaimana seorang desainer dapat membuat desain yang indah, yang apik, yang bagus dipandang orang? Karena dia pernah melihat desain bagus dan merasa itu bagus. Menyimpan banyak referensi di otaknya dalam bentuk memori. Oh, bahan ini cocoknya dibuat seperti apa. Oh, kayaknya di majalah itu pernah dibuat dengan model ini, kalau ubah model cocok gak ya. Dan hal-hal lain semacamnya.

Mungkin kita bisa menerapkan ini dalam mendesain hidup kita sendiri. Melihat referensi orang yang mungkin telah lebih dulu menghadapi masalah hidup yang sama. Apa yang dia lakukan. Seandainya dia tidak melakukan itu apa yang terjadi. Satu hal yang manusia hebat itu adalah melihat orang lain. Kita pandai sekali menertawakan orang lain atas kebodohannya. Tapi coba sekali-kali kita belajar juga dari mereka supaya apa yang terjadi di mereka tidak terjadi pada kita.

Jadi, minimal satu buku untuk seminggu? :)

Biar konkrit, buat blognya dulu. Dan untuk ini adalah “katabuku.tumblr.com“. InsyaAllah konsisten untuk ngeblog tentang buku, terhitung bulan November mendatang. Nah, setelah bikin blog adalah, cari bukunya. Hunting yuk ke toko buku. Adakah?

Feel free to follow!

Keep reading, guys! :)

~p.r.p.l.p.h.r.z

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s