anak pengasuh? pengasuh anak?

29 september 2011

Jam 17:30 WIB, angkot cisitu-tegalega arah kampus.

Ketika lagi sendirian, naik seorang ibu beserta anaknya yang remaja dan seorang balita cowok. Ganteng banget. Kulit putih, pipi tembem, bibir merah, rambut agak coklat. Tipikal kulit bule. Beda sama si ibu.

Di jalan, si anak itu pecicilan gak mau duduk. Maunya berdiri dan jalan di dalam angkot. Karena penasaran sama tingkahnya yang lucu banget in, saya bertanya.

A: umur berapa, bu?
B: umur 14 bulan, neng.
A: wah, 14 bulan. Sudah bisa jalan bu?
B: sudah neng, makanya ini pengen jalan terus2an. *senyum
A: adik saya dulu juga seperti itu, bu. Beda umurnya sama saya 10 tahun. Lagi capek-capeknya pasti ya, bu. Harus ngikutin kesana-kesini.
B: haha, iya neng. Gak bisa diam, maunya lari.
A: hahahaha, lucu banget, bu.

Kemudian percakapan berlanjut,

B: ibunya kerja, neng. Ngajar sampe sore, ini baru mau dikembalikan ke ibunya.
A: OH.

Ternyata si anak bukan anak dari si ibu itu. Pantes beda sih mukanya, si anak berkulit putih dan si ibu berkulit sawo.

Tapi entah kenapa, walaupun semuanya pilihan, mau diasuh sama siapa si anak nantinya, saya gak mau ini kejadian nanti dalam kehidupan saya nantinya. Gak mau si anak lebih akrab ke si pengasuh dari pada ke si ibunya sendiri. Semoga gak kejadian. Amin.

~p.r.p.l.p.h.r.z

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s