Main ke Puskesmas ^_^/

Tanggal 15 September yang lalu saya main ke Puskesmas. Sebenarnya gak murni main, karena ada yang harus diurus disana. Saya pernah ke Puskesmas sebelumnya, tapi hanya sebagai pengantar pasien saja. Kali ini, saya ke Puskesmas sekalian menemani teman teman S2 dan S3 yang harus membenarkan alat Sistem Informasi Kesehatan di Puskesmas itu. Kebetulan puskesmas itu merupakan puskesmas percobaan untuk diterapkan sistem baru ini. Sistemnya sendiri dibuat oleh KK Teknik Biomedika ITB.

Puskesmasnya bernama Puskesmas Babakan Sari di Kecamatan Kiara Condong, Bandung. Puskesmas ini cukup terkenal loh sampai ke Eropa dan Amerika sana, karena paper penelitian ini sudah masuk IEEE dan pihak yang mengerjakan juga sering dihubungi untuk memberikan presentasi sampai ke luar negeri.

Biasanya saya berkunjung di jam kunjungan yaitu jam 7-12 siang. Tapi kemarin itu, saya datang diluar jam kunjungan karena harus membenarkan program yang pasti tidak bisa dilakukan bila banyak orang di dalam Puskesmas.

Puskesmas tersebut tidak terlalu besar. Di depan puskesmas tersebut ada SD dan SMP. Obrolan pun mengalir sembari mengecek sana sini. Tentunya gak lupa beli syomay di depan jalanan.

Dan saya baru tahu tentang jenis2 Puskesmas. Ternyata Puskesmas itu dibagi menjadi 2 bagian. Saya lupa istilahnya apa, sebutlah Puskesmas ketua dan Puskesmas anggota. Di kota Bandung sendiri jumlah Puskesmas itu mencapai 70 Puskesmas. Untuk mengambil obat-obatan ke dinas pusat itulah dibutuhkan Puskesmas ‘ketua’, tidak mungkin semua Puskesmas mengambil langsung ke dinas pusat. Puskesmas ketua ini nantinya akan mendistribusikan obat, melaporkan pencatatan mengenai kesehatan warga dari Puskesmas anggota ke dinas pusat, dan lain-lain.

Mungkin sederhana ya. Tapi saya dicengangkan oleh angka jumlah pasien yang mendaftar di Puskesmas dalam waktu 1 tahun saja. Jumlahnya mencapai 18ribu jiwa lebih. Iya, mereka yang tercatat yang pernah sakit. What a great number! Itu untuk 1 Puskesmas saja. Masih terheran-heran dengan angka tersebut, kemudian saya dicerahkan oleh kalimat, “jumlah itu masih sedikit kok, my. Area Puskesmas ini mencakup 210rb jiwa”. MEN!

Tampilan dalam Puskesmas Babakan Sari

Setiap harinya Puskesmas ini melayani pasien sampai 150 orang dengan petugas maksimal 20 orang. Tapi 20 orang tersebut tidak semuanya bertugas untuk mengobati pasien. 20 orang tersebut dibagi menjadi dokter, petugas registrasi, apoteker, dll. Belum lagi jika harus dilakukan Puskesmas Keliling. Alhasil, untuk dokternya saja jumlah paling banyak adalah 5 orang. 5 orang untuk 150 orang per hari. Untuk hari senin bisa mencapai 200 orang.

Angka yang fantastis ini menurut saya bisa jadi karena masyarakat masih percaya dengan Puskesmas atau karena memang tidak mempunyai pilihan lain selain berobat ke Puskesmas, secara biayanya hanya Rp 3000,00 dan itu sudah termasuk obat. Obat pun sudah cukup banyak menurut saya. Jumlahnya mencapai 500 jenis obat. Untuk orang yang dibesarkan di kota besar yang sudah terlalu terbiasa dengan kehadiran rumah sakit, ini super sekali. Terlepas dari segala kemungkinan mengapa orang akhirnya memilih berobat ke Puskesmas, tempat ini harus dilestarikan. Diperbanyak kalau perlu.

Memang, saya juga pernah mendengar omongan miring tentang Puskesmas. Bahwa yang meriksanya gak bener lah, cuma disuruh duduk trus ditanya-tanya trus dikasih obat. Atau yang bilang petugasnya jutek dan tidak ramah. Hmm, tapi yang kemarin saya lihat, mereka mempunyai satu buku besar dan beberapa buku2 kecil berisi data2 laporan pasien, keluhan, dan obat yang diberikan. Lengkap, per pasien. Setiap bulannya mereka akan mengadakan diskusi dengan pimpinannya mengenai treatment yang mereka berikan. Bila ada kasus contohnya pasien yang sakit diberi obat A kemudian dia datang lagi masih dengan keluhan yang sama dan tetap diberi obat A, itu contoh kasus yang akan dilaporkan. Karena seharusnya, bila obat itu cocok, pasien akan sembuh. Soal jutek, yah sehari melayani segitu banyak orang, what do you expect then?

Satu lagi, saya juga baru tahu kalau Puskesmas itu membina Posyandu dan sekolah. Dari mulai TK, SD, SMP, SMA. Dulu saya tahu dan sempat dipilih menjadi dokter kecil. Ada petugas berseragam coklat dan dokter yang memberi penyuluhan. Tapi saya tidak sadar bahwa mereka adalah orang dari Puskesmas. Mereka yang bertanggung jawab atas kesehatan komunitasnya. Syarat terbentuknya posyandu pun harus terdapat minimal 100-150 jiwa bayi, batita, atau balita di suatu daerah/ kawasan tersebut. Dan untuk Puskesmas Babakan Sari tahu berapa jumlah Posyandunya? Lebih dari 10 Posyandu. Bayangkan sebanyak apa itu anak-anak kecilnya?

Dengan terbatasnya tempat, sedikitnya waktu berobat, dan sebegitu banyaknya pasien yang harus diobati, maka masalah lah yang akan muncul. Solusinya ada beberapa. Pertama, menambah jumlah personel. Yang mana itu tidak mungkin, karena bila menambah personel, maka akan mengurangi pendapatan mereka sedangkan gaji dari atas sana tidak ditambah. Kedua, membuat sistem yang memudahkan mereka untuk mengolah data supaya lebih cekatan dalam melayani pasien. Tidak perlu semua serba ditulis, cukup dengan diketik dan digitalisasi semua beres dan langsung terkirim ke dinas. Itulah yang sedang dikembangkan oleh KK Teknik Biomedika ITB.

Kapan-kapan main lagi ah. Nanti gilirannya Posyandu untuk dikunjungi.

~p.r.p.l.p.h.r.z

Advertisements

One thought on “Main ke Puskesmas ^_^/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s