how is it like to be 22, seriously?

Oke, postingan China-nya di pending dulu ya. Nanti disambung lagi.

Pertanyaan sesuai judul diatas sebenarnya termasuk pertanyaan standar ya. Apa sih rasanya tambah umur? Mau melakukan apa di umur ini? Apa kesalahan-kesalahan yang gak boleh terulang lagi? Simpel sebenarnya, pembelajaran. Tapi tetap saja, ketika pertanyaan ini terlontar, jawaban itu tidak serta merta terlontar juga.

And I’ve been asked that question also. “So, how’s being 22 so far?”.

So far?

Menyenangkan. Hari ini sungguh menyenangkan. Mulut dan hati tidak henti bersyukur.

Tadi pagi, di rumah, ada halal bihalal dari keluarga ayah. Seperti yang sudah diceritakan dalam beberapa postingan yang lalu, dari keluarga ayah banyak sekali ras, suku, dan agama yang berbeda. Sepupu pertama yang datang dan saya sambut adalah sepupu perempuan dari kakak perempuan satu2nya ayah. Dia berbeda kepercayaan dengan saya. Karena terburu-buru, saya membukakan pintu dan langsung mempersilahkan masuk. Setelah ber’halo2′ ria dan cium pipi, dia bertanya, “teh, kerudungnya mana?”. Dia lebih tua dari saya, tapi karena nampaknya hanya saya yang terlihat lebih nyunda akhirnya saya dipanggil teteh oleh semuanya, bukan panggilan kakak sih sebenernya, lebih ke panggilan akrab saja. Dan saya baru sadar, astaghfirullah. Langsung masuk kamar dan pakai kerudung. Saat itu, ruangan memang berisi perempuan semua, tapi sepupu perempuan saya ini mengingatkan. Subhanallah. Yes, that kind of family, I have.

Dan terima kasih yang tak terhingga untuk sahabat dan teman-teman yang sudah menyempatkan waktunya untuk menyampaikan doa dan ucapannya melalui  SMS, Telepon, Facebook, Twitter, BBM, status BBM, YM, Skype, semuanya. Makasih juga buat voice notes-nya, kiriman kartu pos virtualnya, gambar karikatur muka saya, dan baju ungu unyu-nya. Aaaa kreatif sekalii. Hari ini ditutup dengan kebohongan besarnya Damayanti Anindita dan Abdul Qohar Hadzami. Untung masih bisa dibukain pintu. Kalo nggak, udah wassalam. Ada-ada aja. But I’m happy, really I am seriously. I’m feeling blessed :)

Terima kasih ya Allah, telah mengirimkan saya orang-orang seperti mereka. Semoga semua kebaikan kembali kepada mereka semua. Sayang bangett.

And if anybody dare to ask me, ‘how is it like to be 22, seriously?’.

And I’ll answer, ‘I’m happy, really I am. And I’m feeling blessed. Thanks to them. Oh, and the journey’s started. I’ll write my own adventure’.

Gak ada yang bisa nebak masa depan kan, yang bisa dilakukan cuma merencanakan. Merencanakan sambil berharap rencana kita sesuai dengan kenyataan.

Enjoy your life, and be happy!

~p.r.p.l.p.h.r.z

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s