tentang fast track..

Kenapa fast track?
Kenapa lanjut kuliah?
Kenapa gak kerja aja?
Gak mau ya punya uang sendiri?
Kok masih betah di kampus?
Gak minat ngelanjutin kuliah di luar negeri?
Gak bosen ya ITB lagi?

Sebelum menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, akan saya jelaskan dulu apa itu fast track. Jadi fast track itu nama sebuah program percepatan yang ada di kampus saya, Institut Teknologi Bandung. Yang dimaksud percepatan disini adalah kuliah S1 dan S2 langsung selama 5 tahun, sedangkan bila mengikuti jadwal normal adalah 6 tahun (kalau lancar). Syarat untuk mengikuti program fast track ini sebenarnya tidak susah. Hanya dibutuhkan IP diatas 3,00 dan hanya tersisa kurang dari 27 sks di awal tingkat 4. Oh iya, usahakan lulusnya gelombang 1 di angkatannya yaitu bulan juli.

Pada dasarnya, fast track ini adalah memasukkan mata kuliah S2 selama perkuliahan S1. Jadi ‘disambil’ gitu ringkasnya. Susah? Kalau kuliah sisanya banyak, iya ribet. Karena tiap semesternya dimasukkan mata kuliah S2 sebanyak 6 sks. Ketika lulus jenjang S1 itu 144 sks S1 dan 12 sks S2.Tapi bukan berarti gak bisa. Dan fast track ini harus satu jurusan dengan jurusan yang kita ambil selama S1. Program fast track ini ada sejak tahun 2005 kalau gak salah ingat. Tujuan ITB membuka program ini adalah untuk menaikkan rating dan reputasi. Selama ini, mahasiswa S1 ITB diakui kelihaian dan kepandaiannya dalam masalah engineering, namun sangat sedikit yang meneruskan kuliah S2 kembali di ITB. Akhirnya ITB banyak menerima mahasiswa dari luar ITB dimana pastinya dibutuhkan banyak penyesuaian terhadap pola belajar, materi ajar, dan lain sebagainya. Ini dinilai cukup menghambat kegiatan belajar mengajar. Oleh karena itu, untuk menarik minat mahasiswa S1 yang berasal dari ITB untuk meneruskan kuliahnya dibuatlah program ini.

Ada beberapa pertimbangan saya pribadi saat saya memutuskan untuk menanadatangani kontrak fast track ini.

1. Sisa sks saya yang hanya tersisa 24 sks saja di awal tingkat 4
2. Uang bayaran kuliah yang segitu2 aja gak peduli berapa sks yang diambil

Akhirnya dengan pertimbangan saya yang gak mau rugi, dan merasa bahwa kuliah yang saya dapatkan sebagai S1 biomedical enggineer masih kulit-kulitnya saja dan entah kenapa ingin tau lebih banyak tentang biomedika ini serta uang kuliah S2 saya yang akan dibebaskan, jadi lah saya menandatangani kontrak ini. Toh, di pikiran saya, cuma nambah satu tahun, dan saya tidak keluar uang, lebih banyak pengalaman praktisnya (survey ke rumah sakit dan puskesmas), dan lebih banyak ilmunya. Sudah, as simple as that… Hahaha.

Kalau ditanya, gak capek kuliah terus? Ada sih capeknya, tapi ketika ngobrol sama dokter-dokter di rumah sakit rasanya mereka membutuhkan orang dengan keahlian ini lebih banyak. Jurusan ini di Indonesia masih sedikit sekali, bandingkan dengan di luar negeri, biomedikanya jauuuhhhh lebih maju.

Gak mau ngelanjutin ke luar negeri? MAU. Mau banget. Tapi entah kenapa yang ada di pikiran saya waktu itu adalah “gw pasti lanjutin ini lagi di luar negeri, tapi sebelum nantinya gw keluar negeri, gw harus tau dulu kondisi riil di sini kayak apa. Supaya yang di pelajari nanti gak worthless dan ketika diminta untuk studi kasus serta bercerita tentang keadaan biomedika juga perkembangan teknologinya di dalam negri gw bisa jawab”. Setahun itu cepet. Gw yakin itu cepet. :)

Gak mau kerja? Nanti saya pasti kerja. Waktunya pasti tiba. Tapi tetep mau punya pengalaman ini lebih banyak dulu. Masih ingin ngobrol2 sama pasien, bukan sebagai perantara perusahaan dengan kliennya. Tapi masih sebagai mahasiswa dan orang yang berharap dibantu.

Orang yang udah kerja ingin banget kuliah lagi. Katanya kerja capek, diatur2, gak bisa main, dkk. Orang yang masih kuliah pengen cepet2 kerja. Pengen bisa ngehasilin uang sendiri, belanja-belanji, tabungan sendiri, dan segala macam target-target yang mau dicapai.

Semua udah diatur kok sama yang di atas. Di fokusin di satu aja dulu. Total dibagian itu. Ketika kuliah ayok kuliah yang bener. Ketika kerja juga kerja yang bener. Semoga apapun rintangan dan masalahnya bisa diselesaikan dan gak mundur di tengan jalan. Gak semua orang seberuntung ini, bisa kuliah dan kerja. Semoga niat saya ini benar supaya hasilnya juga baik.

Idealis sih, tapi gak papa lah ya, masih status mahasiswa ini. Hahaha. *pembelaan

~p.r.p.l.p.h.r.z

Advertisements

2 thoughts on “tentang fast track..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s