cambodia – prologue

Setelah kemaren-kemaren ini banyak sms, bbm, DM twitter dan sebagainya yang ramai pisan nanyain saya ngilang kemana karena kurang lebih seminggu gak keliatan. Akhirnya saya mau bikin pengakuan disini,

saya ke…

di pelosok Royal Palace, Phnom Penh

… Kamboja, teman-teman.

Bukan, bukan mau dagang. Bukan mau perang sama si khmer merah, apalagi menjalin pertemanan, bukan mau seneng-seneng juga awalnya, bukan mau menjelajah negeri antah berantah yang dikenal dengan pembantaian massalnya ini. Bukan kok.

Tapi murni karena tugas. Tugas menemani si ayah yang diminta jadi pembicara di sebuah kongres dokter spesialis bedah Asia. Sebenernya saya heran kenapa dilaksanakannya di Kamboja, tapi yasudahlah. Ayah saya sudah tidak boleh bepergian dengan pesawat terbang sendirian. Jadilah si saya dan adik2 bergiliran menemani. Karena kedua adik sedang sibuk-sibuknya dan hanya saya yang ‘terlihat’ menganggur jadilah saya yang pergi.

Seperti judul, postingan ini hanya berupa prologue dari 3 hari yang saya habiskan disana. Terhitung mulai tanggal 26 Januari – 29 Januari saya menjadi pahlawan devisa bagi negara Kamboja.

Kamboja,

katanya nama tersebut berasal dari banyaknya bunga Kamboja yang tumbuh di negara ini. Seluruh masyarakatnya nampak memelihara tanaman ini. Bahkan di taman-taman kota dan pinggiran jalan pun ada. Untuk bahasa, mereka mempunyai bahasa Kamboja. Namun mereka fasih pula menggunakan bahasa Perancis karena negara ini merupakan negara jajahan Perancis selama lebih dari 100 tahun. Bahasa Inggris juga sudah banyak dimengerti. Mata uang negara ini adalah Riel, tapi mereka juga menerima uang US Dollar, hanya UANG KERTASNYA saja. Koin walaupun bernilai 1 dollar apalagi sen2an dalam US$ tidak diterima. 1 US$ senilai dengan 4000 Riel. Jauuuhhh lebih baik dari Rupiah yang saat ini bernilai 9800 untuk 1 US$. Semua harga sudah di konversi ke Dollar, jadi tidak perlu ragu untuk membayar dalam bentuk dollar. Satu lagi, nilai 1 US$ setara dengan 4000 Riel tidak pernah berubah dari awal. Ini yang jujur membuat saya heran. Bandingkan dengan di Indonesia, kurs berubah sedikit saja langsung mempengaruhi sentra bisnis yang lain.

Untuk masuk ke negara ini, dibutuhkan visa on arrival seharga 25 US$ dibayar di airport Kamboja. Harus ada photo, kalau gak punya atau gak bawa maka photo akan diambil dari passport yang telah di scan. Untuk itu dikenai biaya tambahan 2 US$. Kesan pertama saya, negara ini apa-apa uang uang uang. UUD – ujung ujungnya duit. Dan ternyata memang benar, supir yang kami temui di Kamboja mengatakan seperti ini :

Indonesia hanya negara kedua terkorupsi di Asia. Negara pertamanya ya disini ini, Kamboja. Yang kaya makin kaya. Yang miskin makin miskin. Disini gak ada sistem loan seperti di Indonesia. Semua serba cash. Kalau punya uang, dia beli, langsung. Langsung pula habisnya. Disini yang kaya-kaya itu goverment.

Gak jauh beda sama Indonesia, batin saya.

Yang pasti akan membedakannya dengan di Indonesia, Kamboja jauh lebih berdebu dan semrawut. Panasssss. Super banget panasnya. Keliling sehari tanpa sunblock sih seperti ngasih kulit secara cuma-cuma untuk dipanggang. Jarang sekali turun hujan. Di negara tersebut pula, LEXUS, ROLROYCE, BMW RX series, dan mobil-mobil sekelas MERCY semudah itu ditemukan. Sejauh mata memandang bisa dilihat mobil-mobil ini seliweran di jalan. Mobil yang bahkan berharga diatas 1 milyar rupiah.

Tapi bagusnya adalah tata kota sudah baik. Sudah teratur. Tidak ada pedagang kaki lima yang berantakan jualannya sampai mengganggu jalanan umum. Ini sepertinya ciri khas negara bekas jajahan Perancis.

Stir mobil berada di sebelah kiri. Dan mobil berjalan di sebelah kanan jalan. Serba terbalik dengan Indonesia.

Banyak sekali yang ingin saya ceritakan tentang Kamboja. Trip 3 hari yang cukup dapat membuka mata, hati, dan telinga saya jauh dari sebelumnya. Tidak henti-hentinya bersyukur. Bersyukur karena saya berkunjung ke negara itu setelah negara tersebut menjadi “Kingdom of Cambodia”. Bersyukur karena saya orang Indonesia.

Tapi seperti judul. Postingan ini hanya dimaksudkan untuk memberi sedikit gambaran tentang negara Kamboja. Prologue.

Nantikan edisi selanjutnya ya..

Ciao!

~p.r.p.l.p.h.r.z

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s