psikologi persepsi

Ada kalanya ketika mengambil suatu mata kuliah, kita berpikir ‘untuk apa?’, ‘ada gunanyakah?’, ‘bisa dipakai kah dikehidupan kerja nanti?’, atau ‘berguna kah nanti di masyarakat?’.

Tapi ada kalanya di jawab dengan ‘bodo amat ah’, ‘mau guna kek enggak kek siapa yang tau nantinya kan’, ‘yang penting lulussss’, atau ‘dosennya kan oke, pasti A-nya lah’.

Cerita kali ini tentang mata kuliah yang saya ambil di semester 7 ini. Namanya Psikologi Persepsi. Harusnya ini mata kuliah untuk anak DKVnya FSRD ITB tapi nampak terbuka untuk jurusan lain. Dan yang ada dipikiran saya waktu ambil mata kuliah ini adalah “lumayan, 2 sks..” Haha.

Saya rasa, ini akan jadi mata kuliah terfavorit saya semester ini. Psikologi persepsi. Dosennya semangat banget. Dan apa yang diajarkan seperti pengalaman hidup berjalan.

Persepsi, yang merupakan pemaknaan/interpretasi dari sesuatu, bertujuan untuk membentuk sebuah prime of references yang nantinya berpengaruh terhadap pola pikir seseorang. Kembali lagi bagaimana kita melihatnya. Sisi yang mana. Akan membawa perubahankah? Positif atau negatif?

Di kuliah ini dijelaskan bahwasanya terdapat 3 variabel yang mempengaruhi persepsi seseorang :

  • Stimulus –> size, intensity, contrast, motion, repetisi, novelty, familiarity
  • Situasi –> tempat, ruangan, atau situasi
  • Orang –> jenis kelamin, umur, kepribadian, kebutuhan/motivasi, pendidikan/pengetahuan, pengalaman, nilai2 budaya, kepercayaan, dll.

Dari semua variabel jelas digambarkan bahwa variabel ‘orang’ mempunyai chance yang cukup banyak untuk dapat mempengaruhi persepsi seseorang. Dan jelas juga disini terdapat konflik peranan yang cukup tinggi. Terdapat hierarki mungkin di masyarakat yang juga berpengaruh kepada pola pikir yang tingkat hierarkinya lebih rendah.

Bawahan akan selamanya berusaha menyamakan persepsi dengan atasannya. Murid akan selamanya bergantung kepada guru. Walaupun pada beberapa kasus ini minoritas.

Yaa, marilah kita lihat nantinya akan seperti apa. Semoga dapat membangun persepsi saya menjadi lebih baik dan berdampak positif. Karena menurt seseorang, katanya saya adalah orang yang terlalu cepat mengambil asumsi dan mempertahankannya. Hmm, mungkin iya dalam beberapa kasus. Mungkin juga tidak, dalam beberapa kasus. =p

Hi there. Thx anyway for lighten up my mind!

~p.r.p.l.p.h.r.z

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s