aku, kamu, kita

Alkisah seorang Uka berjalan tanpa pandu.

merasa selalu berada di persimpangan.

Ia tidak apa, tidak tahu apa yang dicari.

Sampai ia menemu Muka.

Muka yang apa adanya.

Muka yang kerap memenuhi benak.

Muka yang meneduhkan jiwa menenangkan mata.

Muka yang serasa pelengkap jiwa.

Dan seketika Uka hilang, sang Aku menjelma.

Itu karena Muka hadir sebagai sang Kamu.

Keduanya senantiasa menghabiskan waktu bersama.

Walau hanya dalam pikiran, walau setidaknya demikian yang sang Aku rasakan.

Maka sang Aku belajar melangkah, mencoba maju.

Layaknya sang Ubah yang kerap kekal meninggalkan si Mati.

Sang Aku ingin berubah.

Sang Aku ingin mengubah.

Sang Aku mau melangkah menjadi Kita.

Tapi Ia sadar, itu bukan kuasanya.

Ia sadar ada jiwa lain yang punya andil.

Ia tahu bahwa ada yang seharusnya memenuhi Kita agar tidak hanya menjadi Aku dan Kamu.

Maka sang Aku pun bertanya kepada sang Kamu

“Kamu, maukah kau menjadi Kita?”

15 Juni 2010

@House of FlipFlop

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s