Gak Selamanya Rumput Tetangga Lebih Hijau Kok :)

Pernah dengar ungkapan,

Rumput tetangga selalu lebih hijau dari rumput kita sendiri ?

Yap! Maksud dari ungkapan ini adalah kita akan selalu melihat apa yang orang lain punya sebagai sesuatu yang ‘wah’, lebih bagus, lebih menarik, lebih segala-galanya. Inti dari permasalahan ini adalah penyakit iri yang diderita oleh seluruh manusia sampai dikategorikan sebagai penyakit hati yang sulit sembuh. Ada yang bilang obat paling ampuh untuk mengobati penyakit ini adalah bersyukur. Namun ada yang bilang juga bahwa bersyukur itu sulit bila kita terus menerus diperlihatkan ‘kehijauan rumput tetangga’.

Hmm, ada satu cerita menarik yang saya dengar tentang percakapan antar manusia yang membuat saya menyadari sesuatu :

B : Wahh, kamu hebat yaaa.. udah pintar, baik, sering menang lomba, ngeluarin banyak tulisan, harta punya.. ckckck, kurang apa lagi coba? Saya iri sama kamu.

C : Subhanallah, alhamdulillah. Kamu tau gak, saya juga iri sama kamu. Karena saya tidak bisa seperti kamu yang dapat dengan mudahnya berbicara didepan orang banyak, mudah berteman, dikenal banyak orang. Saya juga iri sama kamu. Hahaha, lucu ya.. Kita sama2 iri.

Demikian penggalan dialog yang kebetulan saya dengar.

Dialog ini mengingatkan saya tentang ungkapan rumput2 ini. The point is, as it mentions in the title, mungkin memang rumput tetangga lebih hijau dimata kita, tapi kita juga masih punya tetangga lain yang akan melihat rumput kita lebih hijau dari rumputnya.Tetangga yang baik akan mengingatkan kita bahwa gak selamanya rumput tetangga lebih hijau dari punya kita.

Oke, cukup dengan rerumputan.

Bersyukur dalam hal ini memang menjadi kebutuhan yang wajib hukumnya. Seperti contoh diatas, orang yang mungkin kita lihat sebegitu sempurnanya masih mempunyai kekurangan. Dan sebaliknya, kelebihan kita justru nyata dimatanya. Inilah mungkin yang sering ditekankan pada training-training motivasi atau sejenisnya, menulis kelebihan serta kekurangan kita, menceritakan di depan orang banyak atau dengan bertukar kertas. Membuat kita jadi lebih percaya diri akan potensi yang kita punya dan bersyukur atasnya.

Sekali lagi, kata SEMPURNA hanya diperuntukkan bagi Sang Pencipta. Ibarat robot hasil bikinan manusia, cara geraknya ataupun cara berpikirnya masih jauh dari sempurna. Manusia tempatnya salah. Tempatnya mengeluh. Namun, alangkah baiknya bila kita memperkecil keluhan kita dan mulai melihat banyak masalah dari segi positifnya.

Masalah adalah ujian. Kalau gak ujian, kita gak naik tingkat. Sesimple itu analoginya. Jadi kalau ada masalah harus menghadapi dengan besar hati. Think out of the box.

Tulisan ini merupakan pemikiran akhir tahun. Semoga tahun depan kita bisa lebih berkarya, bersyukur, dan memanfaatkan segala potensi yang ada =)

Selamat Tahun Baru~

bonne année!!

~p.r.p.l.p.h.r.z

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s