ROLE MODEL

Mungkin Anda pernah mendengar seseorang berkata :

  • Ma, beliin Adik baju yang itu dong. Yang modelnya kayak yang dipake Mbak Ria.

atau,

  • Aku mau jadi dokter bedah jantung kayak dokternya papa ahh. Udah ganteng, pinter, sukses banget.

atau,

  • Mbak, rambut saya tolong dipotong kayak Dian Sastro yah.

Pernah dengar? Atau mungkin versi lainnya? Pada intinya semuanya sama. Membandingkan diri dengan orang lain dan (mungkin) berharap menjadi seperti diri orang tersebut. Orang yang diikuti atau yang menjadi panutan itu disebut sebagai ‘ROLE MODEL‘.

Menurut wikipedia :

The term role model first appeared in Robert K. Merton’s socialization research of medical students.Merton hypothesized that individuals compare themselves with “reference groups” of people who occupy the social role to which the individual aspires. The term has passed into general use to mean any “person who serves as an example, whose behaviour is emulated by others“.

Dan pertanyaannya.. Siapa yang dapat menjadi ‘role model’ ini?

Saya percaya bahwa semua orang bisa menjadi role model bagi orang lain dengan/tanpa disadari.

Contoh :

  • Kakak terhadap adiknya,
  • Dokter dengan pasiennya,
  • Seorang teman terhadap teman yang lain, dll

Menurut saya, ketika ada suatu interaksi atau komunikasi antara 2 orang, maka disitulah peluang untuk mengagumi itu ada. Dari mulai mengagumi sifat, cara berbicara, cara bergaul, pemikiran, gaya berpakaian, dan sebagainya. Kemudian secara tidak langsung orang itu akan menjadikan Anda sebagai ‘panutan’.

Tanpa saya sadari pun, ternyata diri saya telah menjadi panutan bagi orang lain. Adik-adik, sepupu2, anaknya teman ayah saya, teman2, sahabat, dll. Dan mereka dengan spontan mengatakan hal tersebut.

Adik :

“Udah gede ntar mau jadi apa?”

“Mau jadi kayak teteh.”

Sepupu :

“Mau kuliah dimana?”

“Di ITB aja, kayak teh Amy

anaknya teman ayah saya :

“Mah, mau yang itu dong. Mbak Amy aja pake, aku boleh pake jg dong mah?”

Oke, itu cuma segelintir cuplikan pembicaraan mereka yang sampai ke telinga saya. Alhamdulillah semuanya positif. Haha. Coba kalau negatif, cem gini :

“Bu, aku boleh ngerokok yah. Mas Arya aja ngerokok, aku coba dikiiittt aja boleh kan?” (dibicarakan oleh anak <17tahun)

atau,

“Yah, kemaren aku liat mas Bram minum. Katanya itu bir, enak banget. Emang bir itu apa, Yah? Rasanya kayak apa? Aku nyoba dong, Yah”

Wahh.. Bisa berabe tuh urusannya. Ibu saya pernah bilang :

“Teh, awas yah kamu kalo bikin anak orang celaka. Kamu tuh diliat banyak orang. Sifat kamu banyak yang ngebanding-bandingin. Makanya jangan macem2. Dunia tuh sempit banget. Everybody related to somebody.”

Dan saya merasa nasihat itu benar sekali. Bahwa dunia sempiiiiittttt banget. T_T

What I’m trying to explain in this post :

Selalu jaga pemikiran, kata-kata ucapan, sikap dalam bertindak dimanapun, kapanpun, dan dengan siapapun. Karena kadang, sesuatu yang menurut kita sepele atau keciillll banget dapat dianggap sesuatu yang besar dan menjadi pemicu orang lain dalam bertindak. Tanpa kita sadari, pasti ada yang memperhatikan kita dari atas ke bawah, luar dalam. Sekalinya kita salah, maka akan menjadi bumerang untuk diri kita sendiri.  Pkknya bener2 dipelihara yang namanya BRAIN, BEAUTY, dan BEHAVIOUR  =)

Okeeyy?? keep smiling and positive thinking.. ^^,)

Advertisements

12 thoughts on “ROLE MODEL

  1. nice post…
    really nice post.
    This is the kind of post that every BP HME member should read, especially 4 some ministers, haha
    permit me to post some of the idea to HME mailist ya, purple role model.

  2. @tukangrumpi : kalau menurut saya, seorang anak pasti akan melihat orangtuanya lebih dahulu. Baru memutuskan apakah ia ingin seperti mereka. Suksesnya, pendidikannya, kedudukannya, atau yang lainnya. Nah, tugas orangtua lah untuk mengarahkan dan memotivasi si anak, supaya gak berhenti cuma sampai sebatas ‘sama’ tapi harus lebih.. =) kalo bukan orangtua yang menjadi role model pertama buat si anak, trus siapa dong? ^^

    btw, thx udah mampir yaa.. salam kenal =D

  3. seseorang kadang2 tidak menyadari kalau dirinya dijadikan role model oleh orang sekitarnya. bila yang menginspirasi orang lain itu adalah sisi2 tidak baik, pasti kita bilang itu salah. Namun bagaimana bila yang menginspirasi orang lain itu adalah sisi2 baik, apakah sudah pasti benar? atau itu salah juga?

    Contoh seorang anak bungsu ingin menjadi seperti kakanya yang seorang lulusan elektro, kakanya ini seorang yang pintar. si adik ingin sekalin mengikuti jejak kakanya, dan “dibantu” oleh omongan2 keluarganya. Padahal dirinya sadar mempunyai kekurangan dari segi teknik, namun mempunyai bakat di seni. Dia terpaksa tidak mengembangkan sisi seninya karena sudah termakan untuk mengikuti jejak kakanya. Padahal itu bukan hal yang tidak baik, teknik elektro gitu..hehe..

    maap kepanjangan. nice post..

  4. @robin
    kita bisa menginspirasi orang, walaupun itu susah, tapi gbs mencegah orang yang terinspirasi oleh kita, makanya setiap langkah yang kita ambil harus benar menjadi hal yang baik dan dapat mencerdaskan orang banyak (kaya UUD y..). siplah, nice post gan

    @lestian
    urang kesepuluhxxxx
    wkwkwkwk

  5. bettttuuuuuulllllll..
    jdi inget, ente prnah diomongin org krn lo mlakukan sesuatu yg sbnerny ga salah tapi di mata org itu salah trus jdi kesebar kmana2..
    yaaaa gmana ya, gampang2 susah jdi role model ntuh..
    tapi ada baikny seseorang itu sadar klo diriny itu diperhatikan atau jdi role model, jdi dia bisa ngejaga sikap..
    kan rebek juga klo ga sadar diperatiin trus salah berkelakuan..
    and you know what, honestly you’re my role model, my, hehehehehe :D

    nice gan, keep posting bro!!

  6. Pingback: Konsep Diri : Memberikan Motivasi untuk Bertingkah Laku Baik dan Bermanfaat « .ingin.ngeblog.lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s